an.applied.balance (2)

Nah…

Here’s the applied balance…

Senin kemarin, dalam perjalanan ke kantor… gw sempat mampir buat beli kopi
instan di sebuah toko dekat rumah. Dua bungkus coffeemix, totalnya Rp.
1.600…

Ternyata, setelah nyampe di kantor, gw baru nyadar… kl ternyata dua bungkus coffemix
yg harusnya jadi daily doze caffeine gw, malah ketinggalan di toko
tadi… Apes…

Berhubung ngopi di pagi hari udah jadi kewajiban buat gw, maka akhirnya gw
harus rela buat beli dua bungkus kopi di toko kecil deket kantor… Nah,
kalo lo nanya; kenapa harus ada kata rela? Well… Itu karena di toko yg
deket kantor, harga sebungkus coffeemix = Rp. 1.600… yup, dua kali
lebih mahal… Dua bungkus = Rp.3.200

Dan ketika pulang kantor… Karena keteledoran gw, ongkos naek angkot yg
biasanya cuma Rp.1.200, jadi Rp.1.500… Gw salah milih receh…

Nah… sekarang kita move on ke kalkulasi…

Anggap saja kl ongkos bus yg harusnya gw bayar adalah debit, dan rentetan unfortunate
even
itu adalah kreditnya…. So…

3500 – 3200 – 300 = 0

Alias… impas… Coincidence-kah? atau memang duit yg cuma 3.500 rupiah
itu emang bukan rezeki gw?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s