this.very.monday

hari
ini…

amel
berangkat ke jerman tadi siang. destination, frankfurt. 

trus,
salah satu teman gw. ayahnya dioperasi hari ini. jantung koroner katanya… i hope the operation went well…

ada
temen juga, barusan jadi jomblo lagi. halah… kok bisa sih dear?

sementara,
gw masih di kantor, kepala gw pusing banget, literally.

masih
banyak kerjaan dan besok pagi buta, gw harus ke bandung…

huff….

anyone?
mohon do’anya ya?…

the.magic.words

tentang saya dan dia;

ketika orang – orang
dekat bertanya; “secepat itukah?” saya jawab “ya”. karena
hati saya sudah memilih

ketika orang – orang
dekat bertanya; “seyakin itukah?” saya jawab “ya”. apalah
arti komitmen tanpa keyakinan

ketika orang – orang
dekat bertanya; “selayak itukah?” saya jawab “ya”. karena
dia mengisi celah – celah dalam hidup saya

beberapa hari yang lalu,
saya akhirnya mengucapkan kata – kata itu. lirih. mungkin dengan sedikit
intonasi yang malah mirip orang mengumam, atau bahkan tersedak. saya kurang
tahu persis.

mungkin karena belum
terbiasa.

di sisi lain, saya tahu
persis. bahwa untuk waktu yang akan datang, intonasinya akan tetap seperti itu.
tercekat, seakan – akan enggan terucap. tapi bagi saya, lebih baik seperti itu.
daripada kata – kata yang terepetisi dengan intonasi yang datar. seolah tanpa
makna.

mungkin saya bersembunyi
di balik alasan. keterbiasaan saya untuk bicara lewat gestur.

ah… semuanya akan
berakhir dan mungkin berawal… tahun depan.