jendela.dan.turbulensi

“jadi
kayak ada… apa istilahnya ya… turbulensi sesaat dalam diri gw”

turbulensi?

“kayak…
apa ya.. kalo naek pesawat, suka tiba2 terguncang”

um..
trus?

“ya
udah… masih jetlag aja”


hm…
yang jelas, ini tentang seseorang dari masa lalu, ini kejadian di mana
sesaat dia datang… dan ga lama kemudian dia pergi… just like
that… seperti turbulensi katanya…

you
know babe? dulu, jaman dahulu kala, dia pernah ngirim sms ke gw… dikutip dari memoirs of a geisha
katanya… kutipan itu bilang gini nih…

“kesedihan
adalah hal yang ganjil sekali; kita jadi tak berdaya di hadapannya. seperti
jendela yang membuka atas kemauannya sendiri. ruangan menjadi dingin, dan kita
tak bisa berbuat apapun kecuali gemetar kedinginan. namun setiap kali terbuka
kembali, lebarnya sedikit berkurang, makin lama makin sempit; dan pada suatu
hari kita bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan jendela itu”

dan
gw bales…

“dan
gw udah mati rasa ya?”

hehe..
beep.. denial!… you see… jika
kesedihan memang diibaratkan sebagai jendela yg membuka atas kemauannya
sendiri, maka jendela gw, adalah jendela yg bandel. maunya buka lebar terus2an.
tiap kali gw denger lagu galau.. sedih… tiap kali gw liat notification yg
bilang kalo gw dapet email dari dia.. gw langsung galau…
galau-sedih-galau-sedih-….. terus2an seperti itu.

gw ada di suatu planet. yg di setiap milimeter sudutnya, hanya ada satu nama.

….. satu nama

….

sampe
akhirnya gw jatuh kembali ke bumi. sakit… tapi harus berdiri, terus
bernafas dengan oksigen bumi… terus gw bisa mikir realistis. gw bisa
mengamati apa2 yang terlewati, memetakan
kembali apa2 yang yang ada di sekitar gw… dan ternyata… apa2
yang gw alami selama ini, merindukan satu sosok yang sama sekali gak
bisa disentuh… ternyata sama sekali ga sepadan dengan semua yang gw
lewatkan…

“trus
gmn lewatinnya?”

orang
baru😀

“i don;t have orang baru”


hmm…
mungkin orang baru juga bukan jawaban yang tepat kalo kamu belum siap
untuk buka hati. tapi gw mau kamu tau… turbulensi is good. karena
mungkin kamu ga sadar ini… tapi kamu tambah kuat…
dulu mungkin ketika dia datang, dia tinggalkan tornado di hati kamu…tapi sekarang dia hanya tinggalkan turbulensi…

ah.. kamu jauh lebih kuat. and i’m happy for ya…

btw
babe… saat ini. jika kesedihan masih bisa dianalogikan sesuai dengan
kutipan di atas… maka bukan berarti gw bener2 mati rasa dan jendela
itu hilang. gw masih punya jendela itu… cuma sekarang, ada seseorang
yang menjaga jendela itu… musim udah berganti dan di luar sana…
sepertinya musim semi akan berjalan amat sangat lama…


PS:

hehe.
sekarang, kl gw pikir2… mungkin dulu ada yg tersirat di dalam sms itu…
mungkin sebenernya dia mau bilang… “jangan sedih lama2 yan.. kan ada
gue.. *wink-wink..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s