kami.sedang.sakit

saya
tinggal di kota itu mulai 1997 sampai 2005, 8 tahun, 2 universitas, 2
kos-kosan, 1 kontrakan, 1 motor, 1 presiden tumbang, belasan angkringan,
puluhan warung makan, 321 kali palang pintu kereta api menutup jalan….

dan
sekarang.. kami sedang sakit.

saya
menderita flu, badan saya lemas, hidung saya mampet dan isi kepala saya terasa
hilang separuh isi otaknya. kerjaan saya jadi terganggu…

kota
yang saya cintai juga sedang sakit, lebih parah, badannya terguncang, urat
nadinya yang berupa jalan-jalan aspal banyak yang rusak, sel-sel tubuhnya yang
berupa rumah-rumah banyak yang runtuh rata dengan tanah, sebagian dari sel-sel
darahnya yang berupa nyawa manusia lenyap. sementara bisul di utara tubuhnya juga
siap meledak…

saya
dulu tinggal di kaliurang, gempa (skala kecil) sering terjadi.. jadi ketika dia
mengirim sms, saya masih belum sadar kalau ternyata gempa yang terjadi ternyata
sangat parah, saya masih mengira kalau gempa itu hanya sebagian efek samping
dari gunung merapi yang mulai rewel… tapi ternyata saya salah.

panik,
saya mencoba menelepon/mengirim sms ke keluarga saya & teman-teman saya.
balasan baru datang minggu pagi, syukur alhamdulillah, mereka baik-baik saja.
masih terguncang tapi tidak kurang suatu apapun, karena sebagian besar dari mereka tinggal di
daerah yang agak jauh dari pusat gempa, sedikit tarikan nafas lega diantara
himpitan duka. dan pagi ini, angka korban terakhir yang saya baca di internet,
5.427 jiwa. fakta umum, nyawa bisa
terkalkulasi di kala bencana… tapi tidak rasa kehilangannya. hal itu tidak
pernah bisa dikalkulasi…

links:
update laporan bantuan MPers untuk yogya

another.curse.today

written in an e-mail, from my HRD manager…

Mengingatkan kepada rekan-rekan sekalian bahwa besok Jumat tgl 26 May
2006 tetap masuk seperti biasa tidak ada libur masal , tq”

 

Fuck! Fuckity Fuck!

Collective Soul: Youth

i was understandably sad when i heard the news that ross childress is quitting the band. could this band holds on to their great riffs and lyrics that still full of notion? and to make it worse…the next thing i know, they went to a long hiatus…

but by the end of 2004, i heard they were releasing their latest album, and my worries, are proved wrong.

youth, their latest album, showed that they still have the energy to produce good lyrics along with melodic guitars riff that blast. ed roland still manage to wrote original lyricy fulll of purpose, passion and spiritual notion. he put aside the the typical angst that hyming from most alternative bands these days.

joel kosche fit the bill in his own style, filling up the void left by ross childress. try to listen to “there is a way”, and you’ll know what i mean. another credit to ed roland for not loosing his ability to write a soulful song. listen to “satellite” a song dedicated to his son. “better now” has some unique surprise as well… you’ll find a saxophone filling there…

over all, maybe the sound was a little bit pop-ish, but the band still fulfilling my expectation.
so i have no complain.
great album by a great band.

collective soul are:
ed roland: guitar/vocal
dean roland: rythm guitar
joel kosche: lead guitar
will turpin: bass/backing vocals
shane evans: drums

track listing:
1. better now
2. there’s a way
3. home
4. how do you love
5. him
6. feels like
7. perfect to stay
8. counting the days
9. under heaven’s sky
10. general attitude
11. satellite

The Dream Hunters


setelah membaca beberapa seri the sandman, mau ga mau gw udah ngeset standar tinggi ekspetasi gw untuk karya2 neil gaiman.

sedikit OOT, dulu gw seneng banget maen game2 final fantasy, dan salah satu character designernya adalah yoshitaka amano. selain tetsuya nomura, he’s one of my favorite artist.

kembali ke sandman: the dream hunters, gw udah lama ngidam buku ini, dan januari kemarin (thanks to amel & mbak dini) gw dapet buku ini…

diadaptasi dari sebuah skrip folklore yg ditemukan gaiman saat dia menulis skrip untuk princess mononoke-nya hayao miyazaki. and guess what? he got luckier… ga lama kemudian, gaiman bertemu dengan yoshitaka amano. dan setelah sepakat untuk berkolaborasi lahirlah sandman: the dream hunters

fable ini bercerita tentang taruhan yang dilakukan oleh seorang rubah dan cerpelai. mereka bertaruh untuk menarik seorang biksu muda keluar dari kuilnya, sang rubah berubah menjadi seorang wanita untuk merayu sang biksu… tapi dalam prosesnya, sang rubah malah… uhm… jatuh cinta kepada sang biksu (sounds typical?)

sementara itu, seorang onmyoji dihantui mimpi buruk dan lewat peramalnya dia mengetahui tentang si biksu dan ketenangan hidupnya. dikendalikan oleh rasa iri dan ketakutan… sang onmyoji memutuskan untuk membunuh sang biksu muda lewat mimpinya….

sang rubah mendengar rencana sang onmyoji, dan memutuskan dia akan menyelamatkan sang biksu muda dengan memohon pertolongan dari penguasa mimpi… dream/morpheus

if you expecting a happy ending… keep on dreaming. ada pesan moral yang kental di akhir cerita… dan gw ga akan spoil the details here… 😀

ceritanya sendiri cenderung seperti fabel pada umumnya, tapi bisa diolah dengan baik oleh gaiman dengan bahasa metaforisnya yang hampir sempurna, gaya bahasa gaiman juga menegaskan bahwa buku ini adalah dongeng untuk orang dewasa. letak kekuatan lain di buku ini adalah di illustrasi amano. lukisannya kaya warna tapi sekaligus kelam, sureal… dan dia berhasil menggambarkan dream/morpheus dengan… megah…

di akhir buku, amano mengatakan bahwa dia percaya jika di masa depan, dia dan gaiman akan bekerja sama lagi…

well i cannot wait to see that…

drop.some.love

guys.. cuma mau mohon do’a-nya, mbak dini ngabarin gw kl dia mau operasi pengangkatan kista, hari sabtu depan.

if you kind enough.. drop her some love & suppport @ her multiply. i’m sure she’ll appreciated it…

thanks, and warmest regards : )