The Dream Hunters


setelah membaca beberapa seri the sandman, mau ga mau gw udah ngeset standar tinggi ekspetasi gw untuk karya2 neil gaiman.

sedikit OOT, dulu gw seneng banget maen game2 final fantasy, dan salah satu character designernya adalah yoshitaka amano. selain tetsuya nomura, he’s one of my favorite artist.

kembali ke sandman: the dream hunters, gw udah lama ngidam buku ini, dan januari kemarin (thanks to amel & mbak dini) gw dapet buku ini…

diadaptasi dari sebuah skrip folklore yg ditemukan gaiman saat dia menulis skrip untuk princess mononoke-nya hayao miyazaki. and guess what? he got luckier… ga lama kemudian, gaiman bertemu dengan yoshitaka amano. dan setelah sepakat untuk berkolaborasi lahirlah sandman: the dream hunters

fable ini bercerita tentang taruhan yang dilakukan oleh seorang rubah dan cerpelai. mereka bertaruh untuk menarik seorang biksu muda keluar dari kuilnya, sang rubah berubah menjadi seorang wanita untuk merayu sang biksu… tapi dalam prosesnya, sang rubah malah… uhm… jatuh cinta kepada sang biksu (sounds typical?)

sementara itu, seorang onmyoji dihantui mimpi buruk dan lewat peramalnya dia mengetahui tentang si biksu dan ketenangan hidupnya. dikendalikan oleh rasa iri dan ketakutan… sang onmyoji memutuskan untuk membunuh sang biksu muda lewat mimpinya….

sang rubah mendengar rencana sang onmyoji, dan memutuskan dia akan menyelamatkan sang biksu muda dengan memohon pertolongan dari penguasa mimpi… dream/morpheus

if you expecting a happy ending… keep on dreaming. ada pesan moral yang kental di akhir cerita… dan gw ga akan spoil the details here…😀

ceritanya sendiri cenderung seperti fabel pada umumnya, tapi bisa diolah dengan baik oleh gaiman dengan bahasa metaforisnya yang hampir sempurna, gaya bahasa gaiman juga menegaskan bahwa buku ini adalah dongeng untuk orang dewasa. letak kekuatan lain di buku ini adalah di illustrasi amano. lukisannya kaya warna tapi sekaligus kelam, sureal… dan dia berhasil menggambarkan dream/morpheus dengan… megah…

di akhir buku, amano mengatakan bahwa dia percaya jika di masa depan, dia dan gaiman akan bekerja sama lagi…

well i cannot wait to see that…

17 thoughts on “The Dream Hunters”

  1. yep… ada 2 versi kl ga salah… tp ceritanya juga keren kok bee… dan di buku ini illustrasi2nya amano emang bener2 bagus : )kl elo suka lukisan surealis. pasti elo bakal suka buku ini…

  2. spinkage said: hehe… lama2 gw terbiasa dengan reply hmmm…-nya elo bee

    iya yan kayaknya lu harus terbiasa….apalagi kalo lu lu ngeliat langsung gw ngucapin “hhmmm” sambil garuk2 jenggot..hehehehe

  3. iya gue kayak pernah denger dimana gitu namanya yoshitaka amano, ternyata dia designer karakter itu. keren pasti artworknya. soalnya dia suka ngegabungin elemen2 abad pertengahan sama elemen futuristik. whoa.

  4. anzarra said: iya gue kayak pernah denger dimana gitu namanya yoshitaka amano, ternyata dia designer karakter itu

    yep… beliau pernah jadi andalan squaresoft–> square enix sekarang untuk urusan character design… lukisan catnya emang keren2 an : )

  5. cluelesspsycho said: whoa, you finally made the review *bounces, bounces*It’s an amazing book, almost unreal, and I do think the two of them made magic through this one ^ ^

    yea.. i’m doing a suicidal move here… on a tight deadline and instead of sorting out the materials, i’m doing this review..😛

  6. koesuma said: yoshitaka amano itu art noveau abis. gue juga demen sama karya2nya.

    wohoo.. apalagi waktu gw buka centerfoldnya dong… 4 halaman full jadi satu drawing..😀

  7. The amount of ‘coincidences’ between the old Japanese folklore (that Neil found during Mononoke script work) and Neil’s own Dream’s Realm is almost creepy! I like this album a lot, especially for its unique qualities.

  8. nitasellya said: btw katanya lo mau minjemin The Sandman, manaaaaa?

    huhuw.. agak2 ga rela gw pinjemin ke elo nit.. msh agak2 mint, gw bacanya pake sarung tangan.. *hiperbola.ingetin aja gw nanti kl mau arisan.

  9. esduren said: The amount of ‘coincidences’ between the old Japanese folklore (that Neil found during Mononoke script work) and Neil’s own Dream’s Realm is almost creepy! I like this album a lot

    indeed. gaiman made this simple story into an astonishing work, and amano’s work strengten it. actually, i only recognize a few of amano’s work from the final fantasy series but in this book.. i know what he’s capable of… both of them.. simply magic😀

  10. spinkage said: gw bacanya pake sarung tangan..

    .. trus setiap halaman di buku itu rutin disetrika supaya licin… nyimpennya di kotak kedap udara, ditambahin kapur barus pula, siapa tau ada rayap atau sejenisnya… orang lain boleh aja pegang2, tapi di bawah pengawasan si pemilik tentunyaaaaa…..

  11. oneirata said: .. trus setiap halaman di buku itu rutin disetrika supaya licin… nyimpennya di kotak kedap udara, ditambahin kapur barus pula, siapa tau ada rayap atau sejenisnya… orang lain boleh aja pegang2, tapi di bawah pengawasan si pemilik tentunyaaaaa…..

    jangan lupa. sarung tangan bawa sendiri…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s