cerita.serem.#2

pada
cerita sebelumnya gw udah sedikit menggambarkan lokasi tempat kkn gw dulu.

di watugajah
dukuh atas, ada pertigaan yang pemandangannya amat sangat keren sekali. apalagi
kalo malam.. huhuw, elo bakal merasa dikelilingi bintang.
gimana
nggak? listrik di sana masih minim, jadi otomatis penerangan juga seadanya.
otomatis, bintang2 bisa keliatan jelas dari pertigaan tersebut.

nah,
di daerah sekitar watugajah, ada beberapa unit kkn yang laen. dan secara rutin
kita rapat konsolidasi sekaligus saling mengunjungi. dari unit gw, unit 41,
sampe unit 45. semuanya kompak. bahkan kita pernah “cabut” bareng!
jadi 5 unit ini sama2 pergi piknik ke pantai baron cuma buat buka puasa bareng
di sana. gokil. untung ga ada sidak.

nah,
pada suatu malam, setelah rapat konsolidasi. beberapa dari unit kami ingin
pelesir lagi, berhubung yang kita cari tempatnya ga terlalu jauh, maka sandy,
temen satu unit gw mengusulkan pertigaan tadi sebagai tempat kumpul. singkat
cerita, kita semua setuju. kita bakal kumpul di sana selepas jam 9 malam. gw
lupa unit mana yang setuju buat berangkat waktu itu. kl ga salah sih unit 43.
sementara dari unit gw cuma gw dan sandy, sementara unit yang lain lebih milih
buat istirahat aja di posko mereka masing2.

gw
dan sandy, sampai di lokasi lebih cepat. mungkin karena gw tiap hari harus
sport jantung lewat jalan terjal itu, jadi lama2 gw udah biasa dan bisa
ngebut… hahahaha.

sesampainya
di sana, kita ini kok sepertinya emang cari perkara.

kenapa?
karena selain lokasinya yang agak susah dijangkau, minim penerangan dan sepi.
sambil nunggu temen2 dari unit 43 datang, gw dan sandy malah cerita yang
serem-serem. mulai dari keanehan2 mei, sampe ke banaspati (mitos bola api yang melayang)…

cerita berhenti saat kita liat tiga cahaya merangkak pelan ke atas, melingkari
jalan di bawah. keliatan seperti lampu motor. pasti temen2 dari unit 43.
berarti sebentar lagi mereka nyampe.

tapi.

kita
tungguin. kok lama? kok ga nyampe2?

apa
mereka salah tempat? kalo motor mereka udah keliatan, harusnya ga selama ini. apa
mereka brenti di jembatan ya? di situ enak juga buat nongkrong. akhirnya
gw dan sandy memutuskan buat nyusul dan turun ke bawah.

sampai di jembatan, ga ada siapapun di sana.

lho.
kemana mereka ini? kalo mereka nyampe
trus langsung pulang, itu ga mungkin. karena pasti keliatan dari atas. apa
mereka mampir ke suatu tempat laen? ga mungkin juga, karena di sepanjang jalan
cuma ada satu rumah. dan rumah itu dari tadi juga kosong.

akhirnya
karena cape dan rada kesel, gw dan sandy memutuskan untuk pulang.

keesokan
harinya, ketua unit 43 datang ke pondokan kita, dan minta maaf karena semalam
unit mereka ga jadi ikutan nongkrong gara2 ada anggotanya yang mendadak sakit.

“lho.
jadi kalian ga berangkat?”

sang
ketua geleng kepala bingung.

lah.. terus?
yang semalam itu siapa dong?

gw
dan sandy saling nengok, liat2an, dan pasang muka horor. huhuw..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s