cerita.nyaris.serem

setelah
S1 kelar, saya ambil beberapa kelas i.t di ugm. berhubung kos di kaliurang
jelas ga bersahabat sama tanki motor saya, maka atas rekomendasi sepupu saya,
saya memutuskan untuk pindah ke lempuyangan.

saya
langsung suka sama rumah dengan ciri kolonial yang kental itu, letaknya di
depan stasiun lempuyangan. pintunya masih pintu kayu tebal dan berat.
dan masih lengkap dengan gerendelnya. kalo mau pergi tinggal, ceklek. ceklek. tutup. gembok. sederhana
sekali.

sepupu
saya bilang rumah ini macam lokasi uji nyali, gede, banyak pohon dan kalo malam
penerangannya minim. apalagi kalo mau ke kamar saya, kita harus lewat kebun yang ada
di samping rumah. you see, rumah ini terdiri
dari dua bagian. bagian utama, dan belakang. bagian utama ya ruang tamu, ruang
makan, ruang keluarga dan dua ruang tidur. bagian belakang, terdiri dari kebun,
4 kamar, satu dapur dan kamar mandi yang terletak di bagian ujung rumah. nah, kamar saya ada di bagian belakang. btw,
kata sepupu dan temen2 saya, kamar mandi ini adalah tempat paling serem di
rumah itu.

kalo
kamu mampir sana,
dan malam2 pula. pasti ngrasa kalo kamu masuk lokasi uji nyali. tau sendiri lah
aura rumah jaman belanda.

anyway,
keadaan emosional saya berkaitan dengan yang gaib2 udah jauh lebih membaik,
walau lokasinya sama sekali keliatan ga mendukung. hal itu hampir aja berubah
ketika suatu kesempatan saya harus pulang malem. waktu itu jalan
senyap dan berkabut, stasiun lempuyangan udah sepi, pedagang udah pada tutup.

supaya ga menganggu yang udah tidur, saya matiin mesin motor, dan saya
tuntun motor saya ke dalam lewat kebun. setelah mengunci gerbang, jalan ke
lorong menuju kamar. waktu buka pintu lorong, perasaan biasa aja. waktu balik
badan buat ngunci pintu. tiba-tiba, saya dengar suara langkah kaki.

langkahnya
kedengeran agak diseret.

hati
ini rasanya mak tratap.. cleguk. saya nelen ludah. sambil menduga-duga beberapa
kemungkinan logis. “siapa yang masih melek selarut ini?”

ga
ketemu jawabannya, saya pelan-pelan balik badan. suara langkahnya udah ilang.
samar-samar saya kok liat sosok putih-putih, berdiri di tengah lorong.

begonya,
saya kok ya langsung pake kacamata. yang samar ya jadi jelas.

astaghfirullah.
jantung rasanya berhenti
berdetak.

saya
liat pocong.

darah
saya berasa lari dari ujung kepala ke ujung kaki.

pas
alamat udah mau pingsan, tapi tiba2 saya denger suara. “saking pundi mas? ngantos jam tigo?”

heh?!

pocongnya
ngomong! saya copot kacamata, bersihin pake kaos, pasang lagi.. perhatikan baik2.

astaghfirullah.

ternyata
itu ibu kos saya!! beliau masih pake mukena, sepertinya barusan selesai sholat malam.
huhuw..
leganya luar biasa. akhirnya saya ngobrol sebentar sama ibu kos saya yang udah
uzur tersebut. basa basi sebentar, terus pamitan buat tidur.

di dalam kamar saya ngelus2 dada sambil mesam-mesem
sendiri. ealahhhh… atribut dan lokasi emang sering kali bisa mendramatisir
sebuah kejadian. ckckckck….

ps: gambar, rumah kos saya di lempuyangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s