Cinta Brontosaurus

kalo orang nanya ke saya, udah baca kambing jantan? saya pasti jawab “udah”, kalo ada yang nanya, “lucu ya?”, saya setuju buku itu lucu.
tapi kalo ada orang nanya, apa buku itu bagus?
saya akan bilang bagus, dan kalo ada yang protes, saya akan dengan senang hati menjelaskan bahwa nulis buku berdasarkan kisah sehari-hari itu lebih susah dari nulis fiksi.

kenapa?

karena kamu ga bisa hidup dengan grafik yang terus nanjak, kamu ga bisa ngarepin hidup kamu bahagia atau lucu tiap hari. pasti ada naik turunnya. tiap hari pace-nya juga pasti beda. yang bisa kamu lakukan, adalah milih kacamata mana buat ngeliat kejadian-kejadian sehari-hari itu dari sisi yang berbeda. bisa kacamata ndagel, atau kacamata galau versi manusia galau dari mars.

makanya, saya salut aja si kambing, alias radhitya dika, barusan bikin buku lagi. judulnya cinta brontosaurus. formatnya agak beda dari kambing jantan, tapi masih tentang kejadian-kejadian nyata yang dialami sama dika, kali ini dibikin dalam bentuk kumpulan cerpen. sebagian konyol bin kadal, sebagian lagi sedih bin galau. dari mobil timor yang bisa balas dendam, heboh shooting film proyek sekolah yang malah jadi film semi bokepnya dika, sampe culunnya si dika waktu pertama kali nembak cewe.

seperti saya bilang di atas tadi, susah bikin buku berdasarkan kisah sehari-hari, kadang jatuhnya malah garing.
but, i have good laugh reading this book. some of the stories are really hilarious. but further more, beberapa cerita di buku ini akan bikin kamu merenung, contemplating.
i’m dead serious, saya beberapa kali menghela nafas membaca bagian sedih buku ini. saya diingatkan lagi pada salah satu konsep relationship, equality. kudos for you dik..

anyway, bagian favorit saya ada di halaman 52-55…

mungkin kita udah meredup
pada hati.
pada kepercayaan yang udah lama sekarat, lalu mati diam-diam..

i’m feeling you dik, i’m feeling you… : (( *taps shoulder

so guys, you should grab this one. not many young writer out there who can add a cutting edge on their work as dika did. oh, dan saya rada bingung milih genre sebenernya, di multiply ga ada pilihan humor campur tangis sih ya..

*ps, gw ga nolak kalo dikirimin buku elo dengan dibubuhi tanda tangan elo loh dik.. hahahaha