risau.lamat.runtuh

ruang itu nyaris senyap
aku tempelkan telingaku ke pintu
mencerap, selarik monolog dari isak lirihmu

tentang risau yang samar tergurat di atas tekuk alis
juga paparan lara yang terakumulasi
tentang janji yang terabaikan
tentang waktu dan garis usia dan duka yang diguratkan
lalu rasa perih di dada kiri
dan helaan nafas panjang yang repetitif
keteguhan yang kini penuh karat dan mengeropos

samar aku lihat dari lubang kunci
air mata yang luruh hangat mengalir
menggerus usapan bedak di pipimu
dan jalur lengkung yang terjejak di atasnya

masih kah kau setia menunggu
gamang di antara ombak yang menderu?

buatmu, duka adalah tsunami
dan lamat kudengar

dinding hatimu. runtuh.

pic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s