puisi-puisi sang imam

dua favorit saya dari beberapa puisi imam khomeini

Kerumunan Pemabuk

Di sekitar sufi tak kutemukan

Kelezatan yang kudamba

Di biara tak terdengar

Musik yang cinta mencipta

Di madrasah tak bisa kubaca

Buku apa saja dari si sobat

Di menara susah sungguh ditemukan

Suara darinya untuk disimak

Dalam cinta-buku tak kulihat

Wajah cantik bertutup cadar

Dalam susastra-suci tak kudapat

Jejak-jejak sang nasib

Di rumah berhala sepanjang usia hamba

Dalam kecongkakan terhabiskan saja

Dalam perkumpulan sesama kulihat

Tak penawar tak juga lara

Lingkar pencinta kujelang musti

Pelipur lara mungkin di sana

Dari kebun mawar sang kekasih

Sepoi angin atau sebentuk jejak

“Aku”dan ” Kita,” dari akal keduanya

Dialah tali tuk memintalnya

Dalam kerumunan para pemabuk

Tak ada “Aku” tak pula “Kita”

Gairah Pencinta

Wahai, hati itu bukan hati

Yang pada rupawanmu tak cinta

Wahai, sang bijak tak bestari

Yang pada tampanmu tak mendamba

Wahai, pencinta, hatinya gairah menyala

Gairahlah semua dalam anggurmu

Biarkan bagiku gairah ini sendiri

Apa lagi yang hidup ini kandungi

Siapa campakkan daku di gurun

Cinta ‘lah padamu O, sahabatku

Tindak ‘pa lagi dapat selamatkanku

Tak kunjung tampak tepian gurun

Jika pencinta bergairah menyala

Sisikan ayo dirimu segera

Antaramu dan dia apa pun tiada

Hanya dinding diri-jumawa

Jika kau pelancong jalan-pencinta

Campakkan sajadah campakkan jubah

Tiada pembimbing, hanya cinta

Dalam cinta kuyuplah andika

Jika memang pencinta-benar

Jangan jadi sufi saleh segala

Kar’na tak masuk lingkar-pencinta

Selain kumpulan pencinta saja.

Dambaku main rambut-pilinnya

Apa yang buruk padanya apa yang hina

Satu sentuhan gila satu elusan liar

‘Pa lagi bisa beri cinta, hai pandir

Raih tanganku, dan lepaskan

jiwaku dari kemunafikanjubah ini.

Karna jubah ini bukan apa

Selain pelindung si jahil

Ilmu dan irfan sisihkan saja

Ke rumah anggur mereka tak bawa

Tapi di tempat istirah pencinta

Kepalsuan, pasangannya tiada

sisanya bisa dibaca di sini

Advertisements

kenapa ga langsung aja?

barusan ada telpon. bernomor depan 0274. no. jogja. cuma saya ga tau itu nomor siapa, yang jelas ga ada di contacts hp.
awal percakapannya adalah sebagai berikut…

“halo? apa ini bener sodara yani?

ya benar. dengan siapa ini?

“sodara yani, posisi anda sekarang ini di mana?..
ini bener sodara yani kan? “
halo?

saya cuma bisa menjauhkan hp dari telinga, melihat lagi nomor yang tertera di layar seraya mengernyit. orang ini siapa? dan maunya apa ya?
mau nawarin kambing? idul adha kan udah lewat.
mau ngasih ucapan selamat? satu hari kecepetan
mau ngabarin hasil wawancara? kok no. jogja…

ga pake nunggu lama, saya pencet tombol di kanan bawah layar. end calls.

eh..
ga lama kemudian, dia menelpon lagi.

“yan.. ini toge.. “

toge!?

ya Rabb. ternyata dia ini salah satu teman nongkrong saya di kampus dulu.
haduduh…
walau saya udah minta maaf dan obrolan selanjutnya lancar, tetep saja saya jadi ga enak ati gara2 nutup telpon.

temen2 pernah ngalamin kejadian serupa?

pic

Wolf Brother

pernah nunggu delay keberangkatan pesawat selama berjam2? nyebelin kan?
nah. salah satu cara saya buat ngabisin waktu adalah dengan baca buku. dan waktu nunggu delay pesawat airasia bbrp waktu yang lalu, saya menghabiskan waktu dengan baca wolf brother.

you see… i’m a fan of fantasy books.
ga peduli itu buat anak-anak atau dewasa. asal bagus pasti saya lalap..

wolf brother, bertumpu pada petualangan torak, remaja yang ayahnya mati akibat cabikan beruang yang kerasukan setan jahat. waktu menjelang ajal, sang ayah berwasiat agar torak melakukan semacam perjalanan spiritual bersama sang pemandu untuk mengalahkan sang beruang.

di antara sedih, sakit dan kebingungan yang jadi satu. torak menyanggupi wasiat ayahnya.
namun. siapa yg bakal jadi pemandu? seekor anak serigala? dan sebenarnya punya peran apa torak atas kejadian ini?

pas baca, pikiran saya langsung mengambarkan tokoh2 di cerita sebagai manusia2 campuran indian dan cro-magnon.. keren! ditambahin dengan serigala sebagai sidekick? awesome!

imho, ceritanya dituturkan dengan solid. selain penuh aksi, setting dan penokohan yang diriset dengan baik. jadi apa yang saya baca terasa amat masuk akal. saya menikmati wolf brother, dan bakal mampir ke toko buku sore ini buat beli lanjutannya 🙂

all in all, good book. fantasy yg bagus dan ringan dicerna. cocok kalo kamu udah pesen tiket airasia dan udah dapet gelagat bakalan nungguin sambil nungging setengah mampus karena ada delay. delay berjam-jam maksud saya.