The Triplets of Belleville

triplets of belleville saya dapatkan sebagai salah satu hasil dari hunting dvd nakajab januari ini.

bercerita tentang perjuangan seorang nenek berkaki palsu yang mencari cucunya, seorang pembalap sepeda berbadan kurus berpaha kuda nil, yang diculik saat perlombaan balap sepeda. dengan ditemani seekor anjing tua yang gendut dan punya obsesi aneh sama kereta. petualangan mereka diwarnai pertemuan dengan nenek kembar tiga, semuanya kurus dan tinggi, yang tingkah lakunya ga kalah absurd. bersama-sama, mereka berusaha menemukan sang cucu.

dibuka dengan tampilan suram dan absurd. film ini bergerak secara dinamis ke plot yang jalan ceritanya mirip dengan finding nemo. walau saya yakin ini murni ga disengaja. film animasi ini bener-bener menonjolkan kemampuannya untuk menerjemahkan gambar yang minim bantuan kata-kata. semacam film animasi yang nyaris bisu. tapi tetap saja, walau nyaris bisu, saya yakin kalian bisa menangkap jalan ceritanya. animasi yang keren menyampaikan gerak dan pesan di film ini dengan sangat baik.
liat saja nanti betapa kalian akan jijik melihat hidung si boss penjahat, dan ketawa ngeliat aksi para nenek ini beradu cepat dengan para bromocorah andalan para mafia.

all in all. triplets of belleville is an excellent animation.
i’m enjoying it🙂

22 thoughts on “The Triplets of Belleville”

  1. YAAAA! gue suka banget film iniiiiada adegan nenek2 makan kodok… hihi lucuuu. Padahal warnanya noire banget tapi ceritanya ceria. Sedeng lahGue pengen tuh pas ngeliat si cucu dipijetin nenek. Pake blender segala. Kayanya enak tuh….uuhh pijaaattt

  2. Agak tertipu sama cover-nya, gw kira ini animasi biasa. Tapi, setelah beberapa menit…lho, kok? Tadinya gw sempet capek nonton film ini, sebenernya mau cerita apa sih, hihihi. Tapi, lama-lama gw mulai menikmatinya. Dramanya dapat tertangkap dengan baik walau minim kata-kata. Mari dikoleksi🙂

  3. hehe gue nonton nih di jiffest waktu itu… ya, mungkin sekitar taun 2003-2004…nyaris semua karakternya absurd. pun demikian dengan background, setting, dll-nya. seperti rumah (atau hotel?) yg tinggal berdiri sendiri di deket rel kereta api (semacam monorail), sementara yg lainnya udah rata sama tanah. rumah itu amat sangat deket sama rel, jadi jendela kamarnya pun langsung berhadapan sama jendela kereta kalo kereta lagi lewat. blm lagi ‘gempa’ yg ditimbulkan oleh kereta itu. secara bagian bawah rumah itu pun lebih kecil dari atasnya. gue lupa, apakah rumah itu akhirnya ambruk??yea. ini film bagus. absurd. tapi bagus. cari aahh… sekalian cari short movie yg waktu itu kita tonton, yan. yg ga kalah absurdnya dari yg ini. huehuehue😛 *apa judulnya?*

  4. udah lama DVDnya beredar. Gw nontonnya pas tahun baru 2004 tuh, di antara jeda reli nonton sampe mabok 24 jam. Berhasil menghabiskan Godfather 1, 2, 3 dan beberapa filem modar lainnya… gue gag inget apa aja.Tapi yang ini nih gue inget nih!

  5. greyskymorning said: yea. ini film bagus. absurd. tapi bagus. cari aahh… sekalian cari short movie yg waktu itu kita tonton, yan. yg ga kalah absurdnya dari yg ini. huehuehue😛 *apa judulnya?*

    oh no.no.no. NO. NOT THAT MOVIE!!denger namanya aja udah stress gw.

  6. penabuluan said: udah lama DVDnya beredar. Gw nontonnya pas tahun baru 2004 tuh, di antara jeda reli nonton sampe mabok 24 jam. Berhasil menghabiskan Godfather 1, 2, 3 dan beberapa filem modar lainnya… gue gag inget apa aja.Tapi yang ini nih gue inget nih!

    saking absurdnya ya? sampe elo bener2 inget.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s