disciplined breakdown

bukan. bukan judul album. saya ga berniat ngebahas album collective soul.

tapi ini lebih berkaitan dengan satu hal yang tampaknya gagal saya warisi dari orang tua saya. yaitu disiplin. abah saya, amat sangat jarang ga tepat waktu. janjian jam 7 ya nongol paling telat jam 7.

sementara, dulu temen-temen saya di jogja sering bilang, kalo mau janjian sama yani. bikin janjinya dimajuin satu jam.. karena saya biasanya telat. emang biasanya bener sih, dan saya selalu merujuk ke buruknya navigasi saya sebagai sebuah alasan. padahal sih… ketiduran.

pun demikian dengan usaha saya berhenti merokok.
saya kurang keras pada diri saya sendiri. kurang berkemauan. kurang berdisiplin.
alhasil, setelah berhenti selama seminggu dengan cara cold turkey. saya akhirnya merokok lagi. tadinya sih beli rokok cuma buat dicium-cium doang baunya. seperti semacam obat kangen begitulah. tapi tergoda juga akhirnya.

lucunya, saya ga dapet yang saya cari. sensasi hisapan rokok, aliran darah berasa yang lancar, kepala yang enteng, sakit di punggung yang ilang dan sebagainya ga kerasa lagi.

mungkin, tubuh saya menolak asupan nikotin. setelah hisapan pertama, asam lambung berasa menggelegak dan naik ke atas. kepala jadi berasa kosong, dan perut mual. bener-bener ga enak… mulut juga tiba tiba berasa pahit. 

sepertinya saya emang diharuskan berhenti merokok. secepatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s