lumpur di lantai

jum’at minggu lalu, ketika keluar dari kamar, saya baru sadar kalo ternyata rumah kami emang kebanjiran. lantai satu keliatan coklat terlapisi sisa lumpur. sofa, karpet, sepatu basah. orang2 serumah pada kerja bakti sementara saya nekat berangkat ke kantor.

apesnya. kopaja 612 ternyata absen. sementara si abang mikrolet dengan semena2 minta ongkos seribu dan pilih muter balik di depan ayam goreng suharti. terpaksa saya harus jalan ke perempatan trakindo.

saya sempat nongkrong sebentar di sebuah warung kecil, sambil ngumpulin niat. niat buat jalan sampe ke kantor. gimana nggak? angkot udah pada penuh dan lagipula dalam 15 menit. saya masih liat angkot yang sama di depan saya. ga bergerak sama sekali. sementara ojek dan bemo udah laris manis tanjung kimpul. sebelum jalan, saya nelpon ke ida di kantor. dan dia bilang kalo listrik di kantor tewas dengan mengenaskan. (hari ini saya baru tau kl listrik baru normal lagi semalam. huhuw… ) alhasil putar balik lah saya. pulang ke rumah.

jadi gara2 banjir. selain akhirnya bolos ke kantor, terpaksa janjian untuk kongbar barengan nitsky, itsy dan anzarra juga terpaksa dibatalin.

on a lighter note.
setelah tiga hari di rumah, dan nonton tv di mana isinya berita banjir semua. saya lebih bersyukur karena banjir di rumah kami cuma beberapa jam, dan itupun ga lebih dari 30 cm.
ada yang kebanjiran sampe ubun2?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s