mimpi buruk transportasi

setelah bercermin dari pengalaman, di mana saya selalu kehabisan tiket seminggu sebelum akhir pekan atau liburan panjang, saya seharusnya udah pesen tiket minimal dua minggu sebelum hari h. tapi berhubung satu dan lain hal, akhirnya saya ke stasiun gambir seminggu sebelum hari h. dan bisa ditebak. tiket pada jam ideal sudah habis.

akhirnya saya coba menghubungi beberapa agen travel, dan syukur di salah satu agens travel yg berkantor di tomang, saya dapet satu tempat terakhir di mobil terakhir pula.

di hari h, kamis tanggal 5, seperti yang sudah saya duga. mobil travelnya datang telat. dari jam 7 yang dijadwalkan, mobilnya baru datang sekitar jam 9. terjebak macet. sebelum naik, pak sopir bilang kl dia harus jemput 3 orang lagi. yang pertama, seseorang dengan alamat sekitar mampang.

dan untuk nyari satu orang ini. kita harus muter2 ga jelas selama satu jam lebih.

lemme tell you one thing. ga ada yang lebih menyebalkan buat seorang supir travel, ketika dia harus menjemput pelanggan yang rumahnya susah dicari.

kita udah sampe di jalan yang bener, tapi sepanjang jalan itu ternyata nomornya acak! alias ga urut. dari 1, 2, 3, 45! lalu 15A, 19, 60! pak sopir langsung keriting dan para penumpang jadi bunting. loh!😀

kita nyari no. 15 sementara ada di rumah no. 15 sepertinya ga ada orang. pintu udah ditutup semua, dan rumah dalam kondisi gelap. udah mau ditinggal aja, tapi ga bisa karena pihak kantor travel sendiri ga tegas. padahal pak sopir udah berkali2 mencoba, dari mengetuk sambil salam, sampe akhirnya gedor2 pintu. sementara no. yg dihubungi pun dinyatakan ga terdaftar. bukan ga aktif.

setelah mondar-mandir di jalan yang sama, dan tarik ulur dengan pihak kantor. akhirnya kita tinggal penumpang ga jelas ini untuk menjemput dua penumpang yang tersisa.

konsekuensinya, kita baru keluar jakarta sekitar jam 1 dinihari. huhuw…

setelah bersenang2 di kampung halaman, bertemu sanak saudara dan teman2. eh, ketika mau pulang jakarta, saya juga masih aja diuji sama Gusti Allah.

keretanya sih berangkat tepat waktu. 5.30.

tapi sebelum berangkat, ada kejadian yang bikin tidur saya di sepanjang perjalanan jadi ga nyenyak.

coba bayangin kamu lagi duduk santai, menyesuaikan posisi duduk biar nyaman ketika tiba2 ada seorang pedagang majalah dan koran yang masuk ke dalam gerbong kereta, sambil melambaikan surat kabar suara merdeka dengan headline “tawang mas terjungkal. dua tewas” disertai sebuah foto yang menggambarkan sebuah gerbong dalam kondisi jungkir balik. alamakjrot.

sampai2, ibu2 di belakang saya sampe komentar “kurang ajar kowe masssss!!!” sambil nunjuk2 sang pedagang koran…

akhirnya, saya komat-kamit istighfar terus dalam perjalanan..😀
syukur masih dikasih umur panjang…

pic: gettyimages

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s