Review: The Messenger: The Story of Joan of Arc

ini mungkin salah satu dari sedikit film yang bisa gw tonton berkali kali, sampai gw hampir hapal dengan dialognya.

diambil dari kisah nyata joan of arc. film ini bertutur tentang joan (jeanne) yang bertransisi dari seorang gadis kecil sampai menjadi panglima perang prancis. dari gadis kecil yang lugu sampai menjadi gadis yang ditakuti tentara inggris.

adegan dimulai ketika desa tempat tinggal jeanne diserbu oleh tentara kerajaan inggris. jeanne, bergegas lari pulang dan langsung disembunyikan oleh kakak perempuannya, yang akhirnya malah gagal kabur, ditusuk di pintu dan tetap diperkosa walau sudah mati. jeanne yang selamat, masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri.

ketika beranjak dewasa, jeanne (milla jovovich) yang religius, mulai mendengar suara-suara mistis. suara itu bilang, kalau dia adalah gadis yang akan memimpin prancis menuju kemerdekaan.

jeanne akhirnya memberanikan diri untuk bertemu sang raja charless VII (john malkovich), di tengah sebuah pesta, jeanne tetap bisa menemukan sang raja yang menyamar. dan akhirnya berhasil membujuk charles, untuk memberinya pasukan sendiri.

transformasi jeanne dari seorang gadis lugu, menjadi panglima yang ditakuti lawan digambarkan dengan baik. dibantu dengan gilles de rais (vincent cassel), la hire (richard riddings) jeanne memenangkan pertempuran demi pertempuran. adegan pertempuran kolosalnya di mana jeanne berteriak kepada prajuritnya “for those who love me.. follow me!! ” sangat menggetarkan.

tetapi yang paling menarik adalah ketika film ini mencoba mengajukan wacana, apakah jeanne benar2 mendengar suara dari Tuhan? atau suara suara yang didengarnya itu karena murni jeanne sendiri adalah seorang yang delusional? apakah tujuan jeanne mengangkat pedang adalah perang untuk membebaskan prancis? atau untuk balas dendam?

konflik batin ini dipertajam dengan hadirnya dustin hoffman sebagai suara hati jeanne. dia hadir mendebat semua alasan alasan jeanne untuk maju perang.

endingnya cukup mengejutkan karena menawarkan sudut pandang yang kurang umum di masyarakat yang mengenal sejarah joan of arc… gadis termuda dalam sejarah dunia yang pernah memimpin sebuah angkatan. gadis yang dibakar karena tuduhan heretic dan akhirnya diangkat jadi santo.

all in all. highly recommended.

14 thoughts on “Review: The Messenger: The Story of Joan of Arc”

  1. kalo mau perbandingan coba cari yang versi jaman dulu yan, udah liat?… kalo disini lebih cenderung mengarahkan joan sebagai gadis ‘sakit’ sih menurut gw😀 kl versi yang dulu lebih disanjung sebagai orang hebat.

  2. eh iya yg leelee sobesky itu .. gw lupa pemerannya… ya, versi leelee mungkin lebih ada muatan agamis nya kali ya🙂 Gw suka yg milla karena emang ada Milla nya!😀 secara one of my fav actress :)oya.. di tutorial AOE 2 ya ? hahaha gw malah nonton yang leelee dulu baru liat di AOE.. trus nonton versi milla…

  3. sampe hapal dialognya ya…ck..ckjd ingat dulu pas kuliahan ada teman [cowok] yg apal dialog2 kocak di film kuch kuch hota hai…..pas nonbar di sekber UK, jd bikin geli justru ngelihat dia menirukan pas dialognya berlangsung… pdhl sepertinya dia sedang tidak mengambil kursus bhs india..😀

  4. aku lupa..cuma ada ga cerita dimana jeane diuji dengan dihantam dari beberapasudut tanpa senjata hingga sampai ditempat dia harus milih pedang. dan yang dia ambil pedang baja yang berukuran lebih kecil dibanding pendang lainnya? gw lupa-lupa ingat itu bukan ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s