Review: Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers

“the way i see it, being dead is not terribly far off from being on a cruise ship. most of your time is spent lying on your back”

kalimat di atas bisa ditemui di awal buku ini. buku ini bertutur tentang “petualangan” para mayat/jasad. buku yang unik, mengejutkan, penuh humor dan walau kadang terasa menjijikkan tapi tetap mencerahkan.

pada umumnya kita tau bahwa ada beberapa orang yang mengeluarkan wasiat untuk mendonorkan organ tubuh mereka setelah mereka meninggal. tapi ternyata tidak itu saja.

di buku ini dijelaskan bagaimana para jasad ini banyak berperan pada dunia bedah kosmetik, forensik, bahkan pada industry otomotif sampai industri militer.

misal peranan sang jasad untuk menggantikan dummy di crash test sebuah mobil. di sana akan diketahui sejauh mana tubuh manusia dapat menahan dampak dari tabrakan sebenarnya. posisi tulang2 mana saja yang rawan terhadap impact? tentunya hal2 semacam ini tidak akan diperoleh dari penggunaan dummy saja.

ditulis dengan tidak mengurangi rasa hormat pada jasad2 ini. mary roach juga berhasil bertutur dengan kocak tapi tetap dengan deskripsi yang bagus.

all in all, very recommended.

bye bye robbie

makan malam dengan burger yang “manis” dan strawberry milkshake yang sepertinya dibikin dengan campuran 90% sirup dan 10% susu, mungkin bukan kombinasi yang cocok buat perut saya.

tengah malam, perut saya sakit.

tapi, sakit perut ini jadi berkah buat saya. soalnya sakit melilit memaksa saya untuk bangun dan pergi ke kamar mandi. ketika urusan perut selesai, liat jam, tertera 02:00 dini hari.

tiba2 ingat kalau malam pukul 01:00 ada siaran tunda. liverpool vs charlton. waktu pegang remote control, udah wanti2 sama diri sendiri buat ga nangis. soalnya ini partai terakhir “god” di anfield.

ketika tv udah nyala, bantal yang saya dudukin rasanya berubah jadi kaya mesin waktu. dan kita terbang di dalam lorong yang di dinding2nya terpasang tv plasma berisi cuplikan2 video gol2 fowler.

oh, how time flies, and words will always have difficulties to write out the feelings.

di akhir pertandingan, saya ga nangis sih. cuma berkaca-kaca.
thank you robbie, for everything.
you’ll be sorely missed.

*i’ll cross my fingers that you’ll score in athens and send milan boys weeping back to the catwalk.