Tales of Earthsea

kira-kira 20 tahun yang lalu, hayao miyazaki pernah menghubungi ursula k. le guin untuk membuat film animasi berdasarkan buku earthsea karangan ursula. akan tetapi, ursula menolak, karena dia hanya kenal animasi gaya disney, dan dia sama sekali tidak menyukai gaya tersebut.

beberapa belas tahun kemudian, seorang teman dari ursula merekomendasikan sebuah film miyazaki, my neighbor totoro dan ternyata ursula sangat menyukainya. kemudian beliau menghubungi hayao dan menanyakan apakah hayao masih berminat membuat animasi berdasarkan buku karangannya. singkat cerita, film animasi ini disetujui untuk dibuat. walau akhirnya ursula mendapat berita bahwa hayao memutuskan untuk gantung kamera (halah), dan film ini akan disutradarai oleh goro miyazaki, putra dari hayao.

dibuka oleh sebuah pelayaran yang diterpa badai dan penampakan pertarungan dua naga. ceritanya kemudian bergulir ke sejumlah kekacauan, wabah dan peristiwa2 aneh lainnya di kerajaan. tokoh arren, yang melarikan diri dari kerajaan (dia tusuk bokapnya sendiri, yang mana sampe akhir film gw juga ga jelas alasan di balik perbuatan ini). dalam pelariannya, arren terdampar di sebuah gurun dan terjebak di kerumunan serigala ganas. di tengah serbuan para serigala dan tanpa niat mempertahankan diri, arren ditolong oleh sparrowhawk the archmage.

kemudian, arren mengikuti sparrowhawk ke kota hont, di sana arren menyelamatkan seorang gadis, yang akhirnya malah kabur tanpa terima kasih. perjalanan arren & sparrowhawk berlanjut ke kediaman tennar. dan di sini arren kembali bertemu therru, gadis yang diselamatkannya.

konflik menajam ketika diperkenalkan antagonis film ini, lord cobb. musuh lama sparrowhawk ini ternyata sedang mencari rahasia hidup abadi, dan mengesampingkan fakta bahwa keseimbangan antara hidup dan mati harus tetap terjaga.

pada awalnya gw sempet girang karena film ini dibuat oleh studio ghibli dan disutradarai oleh miyazaki (walau akhirnya gw tau kalo itu ternyata miyazaki junior). tapi di ujung film, gw rasa film ini kurang mengigit dibandingkan dengan keluaran studio ghibli lainnya. gambarnya sih bagus banget, cuma ceritanya kok gw rasa agak kurang stabil jalannya. plot hole di beberapa tempat.

tapi setelah gw telusuri lebih jauh, gw baca di blog ursula di sini. gw jadi sedikit maklum. karena menurut ursula, adaptasinya ternyata lumayan menyimpang dari yang diharapkan (gw sendiri belum baca bukunya, jadi ya gw ga tau komparasi sama cerita aslinya seperti apa)

all in all, gw masih rekomen buat ditonton. not as good as his father yet, but what goro need is experience. and he’ll get it along with time.

7 thoughts on “Tales of Earthsea”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s