Review: Lirael

Cerita bergulir, 14 tahun setelah Sabriel mengambil alih gelar Abhorsen. Dan menjadi istri raja Ancelstierre.

Sekarang, karakter utama kali ini adalah Lirael, gadis muda dari klan Clayr dan Pangeran Sameth, putra Sabriel dan pewaris gelar Abhorsen.

Untuk gadis seumurnya, Lirael harusnya sudah mempunyai kemampuan melihat masa depan (clairvoyance) tetapi karena hal ini tidak terjadi. Maka di lingkungan klan Clayr, dia didegradasi ke posisi pustakawati (emang ada istilah pustakawati?)

Ditemani the disreputable dog (sumpah, gue susah nyari terjemahan yang pas buat nama anjing ini) akhirnya Lirael memutuskan untuk pergi dari perpustakaan dan berpetualang. Petualangan Lirael, membawanya bertemu dengan Sameth.

Sameth sendiri, adalah karakter yang berbeda dari karakter pangeran di cerita fiksi kebanyakan. Jika kebanyakan pangeran dengan gagah berani maju perang tanpa mikir dua kali. Maka Sameth, justru kebalikannya. Dia cenderung menghindari bahaya ( terlepas dari statusnya sebagai pewaris Abhorsen dan pangeran kerajaan) yang tak perlu. Tapi jika akhirnya dia harus turun tangan langsung dia tidak akan ragu untuk melakukan tindakan yang bahkan terasa mustahil sekaligus sembrono.

Sameth dan Sabriel bertemu pada kondisi di mana kerajaan yang terlihat aman, tapi sebenarnya ada musuh lama yang berusaha membangun kembali pasukan dan mengguncang keseimbangan Ancelstierre.

Setelah berdebat, akhirnya mereka berangkat ke kediaman Abhorsen, dan di sana. Akhirnya diketahui, bahwa Sameth bukan pewaris Abhorsen, melainkan Lirael. Dan ternyata mereka berdua masih berhubungan darah. Lirael adalah adik tiri dari Sabriel.

Dibandingkan dengan buku pertama, pendalaman karakter, harusnya bisa lebih bagus lagi. Sayangnya, yang terjadi malah plot yang agak kedodoran. Misalnya, musuh besar hanya keluar di depan dan di akhir cerita doang. Jadinya, agak kurang seru aja sih, menurut gw.

Untungnya, penokohan Lirael, Sameth, The Disreputable Dog dan jangan lupa, kucing berbicara kesayangan kita semua, Mogget. Digambarkan dengan baik, sebaik buku pertamanya. Humornya di sini juga lumayan. Apalagi Mogget yang makin sarkas.. harhar.

Ditutup dengan ending yang menggantung dan bikin penasaran. Mungkin disisakan untuk buku ketiga/terakhir.

All ini all. good read🙂

4 thoughts on “Review: Lirael”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s