Review: Sabriel

Sabriel adalah buku pertama dari trilogy Abhorsen atau The Dark Kingdom Trilogy. Berlatar belakang di Ancelstierre, sebuah kerajaan yang berbatasan langsung dengan ranah old kingdom, di mana di ranah tersebut, sihir bebas masih berkeliaran.

Di perbatasan antara dua daerah ini, ada pagar kawat yang memanjang dan di pagar tersebut tergantung bel. Bel yang akan berbunyi apabila para makhluk yang seharusnya mati bangkit dan menyeberang ke Ancelstierre. Dan ketika bel ini berbunyi, maka hanya ada satu orang yang bisa mengembalikan para hantu ini ke tempat mereka semula. Orang itu seorang penyihir yang diberi gelar, Abhorsen.

Abhorsen menguasai 7 bel kematian, yang dia gunakan untuk mengatur lalu lintas arwah (lalu lintas arwah? Ini gue cuma becanda loh.. haha) Dan dia juga satu-satunya orang yang mampu menggunakan Sihir Charter sekaligus Sihir Old Kingdom secara bersamaan. (btw, gimana kalo old kingdom diterjemahkan jadi kerajaan lampau? Keren kan?)

Buku dibuka dengan adegan Abhorsen mengejar musuh besarnya sampai ke gerbang kematian yang kesembilan. Di sana, dia akhirnya memusnahkan musuh besarnya dan menyelamatkan nyawa putrinya Sabriel.

Cerita berlanjut ke Sabriel yang beranjak dewasa. Dan dia mulai menyadari bahwa sepertinya ada ancaman baru dari ranah old kingdom yang mulai merayapi Ancelstierre. Berita buruk kemudian menyusul, Abhorsen, menghilang. Sebagai pewaris tunggal, maka Sabriel harus memenuhi kewajibannya sebagai Pewaris Abhorsen.

Dan untuk memenuhi kewajibannya, maka Sabriel berangkat ke rumah sang Abhorsen, dan bertemu dengan para hantu pelayan Abhorsen serta seorang kucing sarkastis bernama Mogget. Bersama Mogget, Sabriel berusaha untuk memenuhi panggilan sebagai seorang Abhorsen, Mengembalikan para hantu ke tempat mereka semua dan mengembalikan keseimbangan sihir bebas.

Sebagai sebuah buku fiksi fantasi, Sabriel punya formula yang pas. Jagoan sihir, punya bokap keren, penokohan yang kuat, punya partner hewan yang bisa berbicara dan bahaya yang mengintai.

Walau di buku pertama ini rada kering humor, tapi ini bisa dimaklumi. Jarang ada hal lucu yang berkaitan dengan kematian kan?

Jagoannya juga cewek, hal yang lumayan jarang ditemukan di cerita fantasy. Tahapan perubahan Sabriel juga diceritakan dengan rapi, dari gadis yang ragu2 menjadi gadis yang ga akan mikir dua kali untuk terjun dan beraksi.

Ada adegan mengharukan, di mana Abhorsen menjelaskan segala sesuatu tentang kenapa dia menghilang. Alasan kenapa dia tidak begitu dekat dengan Sabriel… Adegan ini ditulis dengan sangat baik, sama sekali ga cengeng… tapi cukup untuk bikin gue menitikkan air mata, nyaris maksud gw…

Alurnya berjalan cepat, cukup cepat tanpa harus bikin yang baca ngos2an. Settingnya juga unik, dunia latar belakangnya mirip dengan Inggris pada jaman perang dunia kedua, Cuma di sini, ada daerah yang berbahaya, daerah di mana sihir masih bebas dan tidak jinak.

*anyone noticing anything different with the review?😀

6 thoughts on “Review: Sabriel”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s