yani besar, yani item dan yani kecil

waktu gue masih di semarang. jika ada temen gue telepon ke rumah dan yang kebetulan angkat adalah orang tua gue. maka kira2 bakal terjadi percakapan sebagai berikut..

“halo, assalamu’alaikum”
“wa alaikum salam”
“bisa bicara dengan yani?”
“yani yang mana?”
“ehh.. yani yang mana?
“iya.. yani besar, yani item, atau yani kecil?”

hehehehe… itu juga satu cara orang tua gue ngerjain temen2 gue dan adek2 gue. biasanya sih kalo nyari yani, ya itu berarti gue😀

“what’s in a name?” kata shakespeare

if i met the man himself. i would told him that it closely related to two thing.
1st. i’m male and therefore, i have penis.
2nd. the story behind my and my sibling names.

yang pertama sih berkaitan dengan masih banyaknya orang manggil gue dengan mbak yani, atau ibu yani. dan gue yakin banyak dari kalian udah familiar banget dengan urusan ini. gue sih sekarang udah rada2 kebal. dan niat gue untuk untuk bikin foto bugil dan meng-attach foto itu di tiap balasan email yang meng-address gue sebagai ms./mrs. udah gue buang jauh2.

yang kedua, gue mau dongeng tentang sejarah nama yani di keluarga gue.

jadi… ada tiga orang bernama yani di keluarga gue. yani besar adalah gue, yani item adalah adek cowo gue dan yani kecil adalah adek cewe gue.

nah, gue adalah yani yang pertama.
waktu gue lahir, nama yani diambil abah gue dari bahasa jawa kuno, yang berarti sungai/mengalir. umi gue ngasih nama shalom, yang diambil dari salam bahasa ibrani. dan kurniawan, yang artinya karunia.

(me these days. now, minus the hair though)     

lengkapnya, shalom yani kurniawan, katanya berarti “hadiah dari surga yang mengalirkan kebahagiaan/karunia” (cieeeh) . tapi entah kenapa, nyampe di kantor catatan sipil, abah gue lupa nyantumin shalom. jadinya nama gue akhirnya tercatat – yani kurniawan.

nah, darimana nama patrik bisa gue pasang?

nama patrik muncul dari temen2 kkn gue. berhubung pertama kali ketemu mereka berpikir kalau mereka bakal dapat anggota tim bernama yani; cantik dan seksi. dan malah yang muncul malah gue dengan penampakan gue yang sama sekali ga feminin (rambut sih panjang sampe punggung, tapi muka berkumis, jenggotan dan kucel) maka temen2 kkn gue sepakat untuk nyari nama panggilan baru buat gue. dan dipilih patrik (fyi, patrik dibaca patrik pake ejaan indonesia. bukan petrick seperti ejaan inggris)

patrik adalah singkatan dari “pawiwitan tawakal, nrimo ing kahanan” yang artinya “tawakal bermula dari menerima keadaan”. dari kalimat sepanjang itu bisa jadi patrik, bisa2nya aja temen gue.

berhubung artinya bagus, maka mulai dari saat itu nama itu gue pake.

nah. adek gue yang cowo, yani prihatmoko (moko/koko), lahir satu setengah tahun kemudian.
dan umi gue ngasih nama yani prihatianto. yes, waktu itu emang keluarga kami masih dalam kondisi prihatin. keluarga sederhana yang pindah ke rumah baru (ambil cicilan 30 tahun di perumnas) dan gue yang juga masih bayi membuat abah dan umi gue harus bener2 hemat dengan keuangan. tapi orangtua gue yakin kalau suatu saat, fase prihatin ini bakal lewat.

(adek cowo gue)

nama prihatianto jadi semacam reminder bagi keluarga gue, bahwa walau sekarang rezeki, alhamdulillah, lancar; keluarga gue nggak akan lupa bahwa kita pernah hidup prihatin. thus, insya Allah, keluarga gue nggak akan putus bersyukur sama gusti Allah. kata umi gue yani prihatianto kurang lebih berarti “bahagia yang mengalir dari keprihatinan”

anyway, history repeat itself. nyampe di kantor catatan sipil, nama adek gue berubah jadi yani prihatmoko. abah gue beralasan kalau nama prihatianto itu terlalu terdengar “prihatin”, dan prihatmoko terdengar less “prihatin”. i have no idea where my father came up with the idea..😛

nah, yang terakhir adalah the apple of our eyes, sari. lengkapnya yani dewi irenesari.

(sari (kiri) bareng keponakan gue betty)

selisih gue dan adek bungsu gue adalah 14 tahun.
nama yani dari abah gue, nama dewi dari pakde gue dan irenesari dari umi gue. irene artinya kurang lebih sama dengan shalom, alias damai. umi gue bilang dia memilih nama itu karena keluarga kita sudah bisa dibilang mapan. everything is calm : ). yani dewi irenesari berarti “dewi yang memberi ketenangan sejati”

but yes. sepertinya abah gue kurang cocok berurusan dengan catatan sipil. karena anak terakhirnya pun namanya berubah, walau cuma satu alfabet doang sih. dari yani dewi irenesari, di akte lahir nama adek gue berubah menjadi yani dewi erenesari. erene sendiri jadi bahan olok2 sayang kita buat si bungsu… kita sering manggil dia e.. rene rene.. (dlm bahasa jawa berarti e.. kesini kesini)😀

dari nama gue yang ilang satu, adek gue cowo yang dimodifikasi dan terakhir adek cewe gue yang berubah satu huruf.. hahaha.

barusan gue nelpon rumah dan nanya tentang asal-usul nama kami, umi gue bercerita lagi sambil abah gue menimpali dari belakang versi beliau sendiri.. (oh, how we love them much)

so.. in case suatu saat kalian telpon gue di semarang. dan kebetulan yang angkat orang tua gue. jangan lupa buat bilang kalo kalian nyari “yani besar”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s