guidelines for writer wannabe #1

Note: Tadinya gue bikin ini untuk di website. Tapi kok katanya terkesan terlalu “kejam””. Gue terjemahkan bebas soalnya. uhuhuhuhu…

Anyway, tadinya mau gue teruskan dari tulisan gue yang dulu. Tapi, ini gue mulai baru lagi, dari no. 1.
Semoga ini bisa jadi acuan buat temen-temen yang mau ngirim naskah ke penerbit.

Fire away!

————————————————————————————————————————————–

Mengirimkan naskah kamu, khususnya untuk pertama kali, bisa menjadi pengalaman yang melelahkan, menguji nyali dan kesabaran. Sangat mungkin kamu akan menunggu selama beberapa minggu bahkan bulan. Perlu kamu ketahui bahwa banyak orang seperti kamu, yang menginginkan naskah mereka diterbitkan.

Bersabarlah : )

Demikian juga sebaliknya, para penimbang naskah juga manusia biasa (coba bayangkan satu grup orang dengan muka fokus dan tiba2 nyanyi “editor juga manusiaaaahhh!!!”). Mereka bisa mengalami kelelahan. Mereka mungkin juga sudah melihat ratusan naskah sejenis, mengulang saran yang sama pada penulis, membuat rujukan dan perbaikan, kepada mungkin sekitar 90% orang yang mengirimkan naskah sebelum kamu.

Kombinasikan saja dua fakta di atas, dan kamu akan dapatkan resep untuk miskomunikasi, konflik ekspetasi, dan mungkin saja harapan yang kandas.

Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, untuk mendapatkan pengalaman yang terbaik bagi kamu dan juga para penimbang naskah. Dan juga untuk meyakinkan kamu, bahwa setiap waktu yang kamu dedikasikan untuk menulis karya kamu, mengirimkannya dan menunggu jawaban, layak untuk kamu lakukan.
 

SEBELUM KAMU MENGIRIMKAN NASKAH, JAWABLAH PERTANYAAN-PERTANYAAN INI DENGAN JUJUR:

Apakah kamu sudah pernah menunjukkan naskah kamu kepada:

·         Orangtua  kamu?
·         Teman-teman kamu?
·         Guru atau dosen kamu?
·         Atau kenalan kamu yang kebetulan berkecimpung di dunia penerbitan sebagai editor?

Apakah kesimpulan dari pertanyaan yang kamu ajukan kepada orang-orang di atas mencerminkan kualitas naskah kamu sebagai layak terbit?

Jika jawabannya tidak, gue sangat menyarankan agar kamu tidak mengirimkan naskah kamu kepada penerbit.

Pertimbangkan fakta ini; penimbang naskah bekerja untuk menemukan penulis yang karyanya layak diterbitkan. Mereka bisa membaca, menimbang dan mengetahui apakah naskah kamu memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Baik itu dari segi tema, orisinalitas,  gaya penulisan, penerimaan pasar terhadap tema, dan tentu saja perbandingan antara naskah kamu dengan buku yang sudah ada di pasaran.

Jika ternyata naskah kamu tidak layak terbit, penimbang naskah mungkin tidak bisa memberikan saran secara spesifik di bagian mana yang perlu kamu perbaiki. Mereka adalah penimbang naskah, bukan pembimbing kamu (emang, ada juga yang part time dosen, that also mean, they don’t need another whining student).

Kecuali jika sudah ada yang mengatakan pada secara jujur bahwa naskah kamu tidak layak terbit, daripada membuang waktu kamu yang akan berujung pada penolakan naskah kamu. Lebih baik kamu menginvestasikan waktu kamu belajar pada penulis yang sudah sukses. Sekarang ini jamak ditemui penulis profesional yang tidak segan membagi tips menulis lewat media cetak atau media internet seperti blog. (and no. lo ga bisa gampar temen lo yang bilang naskah lo ga layak terbit)

Menjadi penulis professional tidak terjadi dalam satu malam. Hal ini membutuhkan banyak dedikasi dan kerja keras. Sampai kamu benar-benar belajar seni menulis. mengerti intinya dan bisa mengaplikasikannya, kamu hanya akan buang waktu dengan mengirimkan naskah setengah matang kamu.

Banyak penulis pemula, pengalaman mengajukan naskah untuk pertama kali bisa menjadi yang terakhir kali. Sayangnya, para pemula ini mudah sekali kecewa dengan pengalaman yang mereka dapatkan, karena mereka tidak berpikir secara menyeluruh tentang tujuan mereka ketika mereka mengirimkan naskah.

————————————————————————————————————————————–

Gue sambung lain kali yeuh?

gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s