guidelines for writer wannabe #2

Menyambung dari seri tulisan yang kemarin gue post.

==================

APA YANG SEHARUSNYA JADI TUJUAN KAMU KETIKA MENGIRIM NASKAH

Agar naskah kamu diterbitkan, yang berarti, kamu menjadi penulis profesional (bekerja sebagai penulis).

Jika naskah kamu belum mencapai kualitas yang biasa dihasilkan penulis profesional, maka kamu tidak siap bekerja sebagai penulis. Oleh karena itu, kamu tidak disarankan untuk mengirimkan naskah kamu.

Perlakukan naskah kamu selayaknya sebuah portfolio/resume dalam sebuah wawancara pekerjaan. Apakah kamu akan melamar sebagai seorang manager proyek, jika kamu tidak mempunyai kualifikasi sebagai seorang manager proyek? Tentu saja tidak (well, oke, gue tukang insinyur yang kerja di penerbitan, but that’s another case).  Menjadi penulis profesional, adalah sebuah pekerjaan. Sama dengan pekerjaan yang lain, membutuhkan kemampuan dan kualifikasi tersendiri. Jadi kirimkan naskah kamu, ketika kamu sudah siap untuk menunjukkan bahwa kamu punya kemampuan dan kualifikasi yang dibutuhkan.

Jika ini adalah pertama kali kamu mengirimkan naskah, maka kemungkinan naskah kamu diterbitkan masih tetap kecil. Tetapi, kamu bisa belajar dan mengambil manfaat dari pengalaman ini.

 

APA YANG SEHARUSNYA KAMU HARAPKAN:

Waktu tunggu sepanjang satu atau dua bulan sejak kamu mengirimkan naskah, atau mendapatkan pemberitahuan bahwa naskah kamu diterima di redaksi. Ini fakta yang tidak bisa kamu tawar. Jika lewat dari waktu tunggu tersebut kamu belum mendapat kabar, silahkan kamu mengirimkan naskah kamu ke penerbit lain.

Para penimbang naskah akan melihat naskah kamu, dan mungkin (sekali lagi, mungkin loh, jangan terlalu ngarep) akan mendiskusikannya dengan kamu. Mereka mungkin akan mengatakan apa yang mereka sukai dari naskah kamu, demikian juga dengan beberapa hal yang mereka pikir bisa kamu tingkatkan. Mereka mungkin juga akan mendorong kamu untuk mengirimkan lagi contoh naskah kamu di masa depan. Ada juga kemungkinan, walaupun kecil bahwa mereka dengan singkat memutuskan bahwa naskah kamu layak terbit. Tetapi jangan pernah mengharapkannya.

Pertimbangkanlah pengalaman ini sebagai kesempatan kamu untuk membangun ketangguhan kamu, “bermuka tebal, bermental baja” dan terbiasa dengan penolakan (biar ente semangat, ingat bahwa John Creasy, seorang penulis novel Inggris pernah di tolak
sebanyak 753 kali sebelum dia berhasil menerbitkan 564 buah buku!).

Para penimbang naskah sering kali merasa terburu waktu dan letih secara emosional menghadapi sekian banyak naskah di depan mereka. Oleh karena itu, mereka bisa saja tidak dalam keadaan “siap” ketika menilai naskah kamu.

Jika kamu menerima perlakuan “kasar”, jangan dianggap serius. Tetap perhatikan fakta bahwa pekerjaan utama seorang penimbang naskah adalah menemukan penulis yang matang dan punya karya yang siap diterbitkan secepatnya. Pada umumnya, mereka mungkin bisa memberikan penilaian yang fair terhadap naskah kamu. Akan tetapi, jika kamu mencari pendapat yang kritis tentang naskah kamu, maka tunjukkanlah naskah kamu tersebut pada teman, keluarga, dosen atau penulis lain, terutama penulis profesional yang karyanya sudah pernah diterbitkan.

 

APA YANG HARUS KAMU SIAPKAN:

1. Satu kopi naskah,

Usahakan untuk mengirim naskah kamu dalam bentuk hard copy, soft copy boleh kamu sertakan.

Mengapa hardcopy? Karena format ini lebih mudah dibaca oleh para penimbang naskah. Dan percaya atau tidak, sejauh pengamatan gue, aspek psikologis juga berperan di sini. Para penimbang naskah akan lebih fokus pada naskah hardcopy kamu ketimbang naskah dalam bentuk softcopy yang harus dibaca lewat computer. (Berasa pegang buku beneran bok!)

2. Sinopsis,

Ingat ketika kamu pergi ke toko buku? Bagian yang kamu pertama baca sebelum membeli adalah sinopsis di sampul belakang. Jika sinopsis itu cukup menarik, maka kamu akan membeli buku itu.

Hampir mirip dengan yang sudah dibahas di bagian pertama, proses mengajukan naskah sama dengan proses wawancara kerja. Sinopsis naskah kamu adalah resume kualifikasi dan kemampuan yang kamu punyai.  Kebanyakan penimbang naskah akan menilai sinopsis terlebih dahulu. Jika sinopsis yang kamu buat tidak menarik, maka kecil kemungkinan naskah kamu akan dibaca secara menyeluruh.

Secara umum, sinopsis yang baik:,

Non fiksi:

    * Tema yang kamu angkat
    * Perspektif yang kamu gunakan
    * Relevansi antara tema dan kondisi masyarakat (pembaca), dan apa yang pembaca bisa dapatkan dari naskah kamu
    * Konstruksi gagasan dan sistematika pembahasan
    * Deskripsi jaringan pembaca (pembeli) dan strategi publikasi yang kamu punyai

Fiksi:

    * Tema yang kamu angkat (Orisinalitas berperan besar di sini)
    * Karakter dan peran mereka dalam cerita kamu
    * Plot dan latar belakang yang kamu gunakan
    * Konflik yang menarik untuk calon pembaca

 
Buatlah sinopsis kamu secara singkat, tapi mampu memancing penimbang naskah untuk membaca naskah yang kamu sertakan.

3. Bio kamu,

Biasanya berisi nama terang, alamat, riwayat pendidikan, karya-karya kamu yang sudah pernah diterbitkan atau dipublikasikan di media cetak lain.

Lepas dari diterima atau tidaknya naskah kamu. Informasi yang kamu sediakan di bagian ini, sangat membantu para penimbang naskah untuk menghubungi kamu berkaitan dengan hasil penilaian naskah kamu.
____________________________________________________________________________

disyambung besok!  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s