guidelines for writer wannabe #3

Baiklah teman-temanku sayang.

Ini bagian terakhir dari writer wannabe guideline. Gue edit di beberapa bagian, walau belum semuanya sih, termasuk juga tulisan-tulisan sebelumnya, biar ga terlalu resmi. Toh, ini juga blog personal gue gitu loh. . hahahahaha

Gue bener-bener berharap, ini bisa bantu temen-temen yang berniat jadi penulis profesional.

Cheers!

———————

APA YANG SEHARUSNYA KAMU LAKUKAN:

Sebelum naskah kamu kirimkan. Sisihkan waktu yang cukup untuk menyiapkan semua persyaratan dengan sebaik mungkin dan secara seksama.

Perhatikan kualitas cetakan, kerapian dan urutan naskah. Carilah informasi dimana alamat, kepada siapa kamu harus mengirimkan naskah kamu tersebut. Penerbit yang baik, biasanya menampilkan informasi ini di website atau di buku terbitan mereka.

Juga bandingkanlah pengalaman calon penulis lain yang pernah mengirimkan naskah ke penerbit yang kamu tuju. Cari saran, pendapat kritis dari mereka. Ada kemungkinan bahwa calon penulis lain yang kamu mintai saran menjadi penulis profesional di kemudian hari, rekan kolaborasi kamu di proyek naskah kamu di masa depan, atau bisa jadi salah satu kontak kamu di dunia penerbitan yang akan banyak membantu kamu di masa depan.

Jika kamu diundang untuk mendiskusikan naskah kamu, perlakukan kesempatan ini, sekali lagi, selayaknya wawancara pekerjaan.

Penampilan kamu harus rapi dan bersih. Dalam diskusi, bicaralah dengan jelas. Buatlah kontak mata. Yakinkanlah para penimbang naskah bahwa kamu benar-benar terlibat dalam diskusi naskah kamu. Jangan tegang. Jika penimbang naskah menilai naskah kamu tidak layak terbit, maka dia tidak akan duduk di sana bersama kamu, mendiskusikan naskah kamu..

Dengarkan dengan baik apa yang mereka katakan.

Itu adalah alasan kenapa kamu duduk di sana. Buatlah catatan bila perlu. Jangan takut untuk bertanya jika ada tidak mengerti apa yang mereka coba sampaikan berkaitan dengan naskah kamu, atau ketika mereka menggunakan istilah penerbitan yang tidak kamu mengerti.

Biarkan diskusi selesai, ketika diskusi benar-benar selesai.

Ya, inilah kesempatan besar kamu sebenarnya. Tapi tetap ingat bahwa jangan pernah berharap terlalu banyak. Jika diskusi telah selesai, tetapi mereka belum menawarkan untuk menerbitkan naskah kamu. Kamu diijinkan untuk bertanya apakah mereka berminat membaca naskah kamu yang lain. (Tentunya jika kamu membawanya). Atau apakah kamu boleh mengirimkan naskah lagi di masa depan.

Perlu kamu ingat, dalam akhir diskusi ini, jangan memanfaatkan asas “aji mumpung”. Jika kamu rasa tidak ada lagi yang perlu didiskusikan, berterima kasih atas kesempatan diskusi ini dan pamit untuk pulang. Sang penimbang naskah mungkin sedang menunggu calon penulis lain, atau mempunyai pekerjaan yang harus dia selesaikan.

YANG SEHARUSNYA TIDAK KAMU LAKUKAN:

Jangan meminta maaf atas naskah kamu.

Kecuali jika naskah kamu tidak terorganisir, atau ada beberapa halaman yang hilang, maka mintalah maaf karena kamu membuang waktu mereka. Tetapi jika kamu benar-benar menyiapkan semuanya dengan baik, dan mengirimkannya sesuai dengan persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. Biarkan naskah kamu bicara untuk kamu dan biarkan penimbang naskah melakukan pekerjaannya.

Jangan mempertahankan naskah kamu.

Komentar apapun yang dibuat oleh penimbang naskah, ditujukan langsung pada naskah kamu, bukan kamu secara personal. Dengarkan apa komentar mereka dan ambil pelajaran dari sana. Jika sang penimbang naskah membuat komentar yang kritis tentang sebuah bagian dari naskah kamu, tidak usah berusaha menjelaskan bagian tersebut. Reaksi awal ini sangat berharga, karena inilah reaksi paling jujur dari penimbang naskah ketika melakukan pekerjaan mereka dalam menilai naskah kamu, terlepas dari apapun yang kamu maksudkan dalam naskah kamu.

Jika kamu tidak setuju dengan pendapat mereka, biarkan saja. Cari penimbang naskah lain di mana kamu bisa menunjukkan lagi naskah kamu. Beradu argumen dengan penimbang naskah, tidak akan mengubah pendapat mereka tentang kemampuan kamu, kualitas naskah kamu, dan tentu saja tidak akan membuat kamu lebih dekat dengan kemungkinan diterbitkannya naskah kamu. (Oke, beberapa penimbang naskah memang “sok tahu”, tapi kemungkinan mereka juga benar-benar mengerti apa yang mereka kemukakan pada kamu)

Jika lewat dari satu atau dua bulan kamu belum mendapat jawaban. Sebenarnya kamu sudah. Mereka tidak tertarik.

Jangan menghubungi penimbang naskah.

Baik lewat telepon, email atau meminta mereka untuk bertemu langsung. They freakin’ hate it.

Jika kamu sudah mendapat pemberitahuan bahwa naskah kamu sudah mereka terima. Yang kamu harus lakukan adalah menunggu. Saat yang tepat untuk menghubungi mereka adalah ketika mereka menghubungi kamu terlebih dahulu untuk melakukan diskusi, berkaitan dengan naskah kamu, yang ingin mereka lakukan dengan kamu.

Ketika kamu benar-benar diundang untuk berdiskusi, hal yang paling penting yang kamu perlu ingat adalah ini kesempatan kamu untuk benar-benar mengerti bagaimana cara kerja dunia penerbitan. Pun ketika pertemuan tersebut berakhir singkat, ambilah sebanyak mungkin pengalaman dari situ.

—————————————————————————————————————-

That’s it folks🙂 Good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s