book launch and discussion: the wisdom of whores

21/10/2008
@periplus kemang, book launch and press conference of eli’s book, the wisdom of whores (kearifan pelacur).

buku ini membahas penyebaran aids, yang ternyata. naujubileeee.. cepet banget!
gue mungkin (setelah mood gue balik) bakal bahas lebih lanjut tentang buku ini di review terpisah.

and also, don’t miss, Kick Andy tomorrow! Friday, October 30, 2008. 22.05.

you can find more about elizabeth pisani and her works:
http://www.ternyata.org
http://www.wisdomofwhores.com

enzo’s journal #1

gue nyampe di rumah sekitar jam 10. dan di jendela, gue temukan satu plastik sayuran berupa dua ikat sawi hijau, sawi putih dan satu buah wortel (makasih mbah oje). dan ketika gue buka pintu rumah, enzo sudah ada di ruang tengah. nangkring dengan manisnya di situ.

gue panik. kok dia bisa keluar kandang sendirian? apa gue yang lupa menutup kandang sebelum berangkat?

langsung gue cek karpet dan tempat tidur. siapa tau enzo bandel dan menemukan spot baru buat buang hajat. syukurnya nggak. ga ada bau aneh atau bercak keruh di sana. setelah gue telusuri tiap sudut rumah, ternyata enzo buang hajat di spot favoritnya di pojok kamar depan.

gue goda dia dengan melambaikan selembar sawi hijau di depan mukanya. dan dia langsung kalap :D, gue diikutin terus.

setelah gue beri enzo beberapa lembar sawi hijau, pintu depan gue buka dan gue biarin dia bermain di luar. gue duduk di teras, sambil liatin dia lari bolak balik di beranda depan, sampai ke pot-pot tanaman tetangga. berbeda dengan dua kelinci gue yang almarhum, enzo sepertinya ga punya minat untuk menggerogoti tanaman tetangga. pun malam sebelumnya ketika gue bawa dia ke lapangan, rumput-rumput di sana juga dicuekin.

setelah puas lari-lari di depan, enzo masuk ke rumah. pintu gue tutup dan entah kenapa, enzo selalu saja lari ke kamar mandi (mungkin karena itu kamar yang paling sejuk kali yeuh?). gue bersihkan kandangnya, sekaligus gue cek juga hasil buang hajat dia. kondisi feses bagus, hitam, bulat dan agak keras. sementara, air seni gue lihat berwarna keruh (masuk akal, karena enzo ga gue kasih minum. asupan air hanya dari sayuran)

gue biarkan enzo berkeliaran di rumah, sementara gue istirahat sambil baca buku. pas lagi ngantuk-ngantuknya. tiba-tiba enzo datang dan mulai mengendus-endus. sampai akhirnya, entah kenapa, dia jilatin muka gueee… 😀 hahahaha

iseng-iseng, gue tuang sedikit mizone yang gue bawa ke dalam wadah, dan gue tawarkan ke enzo. hasilnya, dia langsung sibuk menjilati minuman itu dan gue total dicuekin :)) (besok pagi, gue akan cek air seninya, jika dugaan gue benar, maka seharusnya air seninya jadi bening)

sekitar jam 12, gue udah bener-bener ngantuk. gue potongin beberapa lembar daun sawi hijau, dan gue letakkan di wadah makanan enzo. tuing-tuing, gue dorong dia masuk ke kandang, gue nyalakan lampu and bid him, good night good guy 🙂

the name is, enzo

minggu kemarin, gue bareng garda niat banget nyari binatang piaraan. garda pingin miara hamster, sementara gue mau nyoba lagi punya kelinci.

dan hasilnya, kita bingung begitu nyampe sana.. banyak banget pilihannya, dan lucu semua! setelah bolak balik, akhirnya garda dapet hamster yang dia mau. satu pasang, lengkap sama kandang & mainannya.

nah, giliran gue, tambah bingung lagi. lucu-lucu sih, apalagi yang dutch sama rex. uhuhuhuw.
ada satu dutch yang gue taksir abis, tapi harganya mak.. mahal banget. sementara kalau gue ambil dutch yang mungil2 itu, dalam hati gue tau bahwa mungkin mereka ga bertahan lama. (karena harusnya masih belum disapih). ada juga 5 ekor rex, tapi gue rasa mereka masih terlalu kecil untuk dijual, dan ketika gue lihat pantat mereka.. ew.. trouble.

ketika gue hampir menyerah, tiba-tiba meloncatlah satu kelinci hitam. dan akhirnya, pilihan gue jatuh pada mahluk buluk ini.. hehehehe. karena dia paling lincah dan bandel. gue lihat pantatnya bersih, umurnya juga gue rasa pas. sekitar 2 bulan, jadi mungkin perutnya udah siap dengan variasi makanan.

dan emang, bandel banget. nyampe di rumah, gue selalu bingung ketika dia gue lepas malem hari. abisnya, item, susah liatnya :))

setelah dua hari ini, enzo udah bisa beradaptasi. udah tau rumahnya yang mana, dan selalu pulang kalo udah bosen main di luar rumah. udah rada ngerti juga kalo ga boleh pipis sembarangan. kalo ga lari ke kamar mandi, dia selalu milih pojok kamar. and he’s got a thing with bathroom. tiap lepas dari kandang, selalu lari ke sana duluan 😀

so all in all. it was good having enzo here 😀