Review: Up

agak susah ketika menulis review ini. terus terang, ini adalah film pixar pertama yang gue kesulitan nulis sinopsisnya.

intinya sih, up adalah juara. seperti film-film produksi pixar sebelumnya.

the thing is, yang membedakan up dengan film pixar yang lain, up punya muatan yang lebih dewasa dibandingkan dengan pendahulunya. tuturan tentang hidup carl fredricksen dari kecil lalu tumbuh, menjadi tua dan merasakan kehilangan satu demi satu bagian penting dari hidup (i dare you, siapa sih yang ga tersentuh liat 15 menit pertama yang menceritakan hidup carl & ellie?)

dari awal yang lucu, dan manis, dibuka satu pintu ke rasa risau carl karena kepergian ellie.

bersama seorang wilderness scout (pramuka?) bernama russel yang nongkrong di teras rumahnya dan secara tidak sengaja ikut terbawa, carl berangkat menepati sebuah janji, pergi ke paradise falls. dan ketika mereka bertemu seekor burung langka dan anjing yang bisa ngomong disusul dengan pertemuan tak terduga dengan idola masa kecil carl, maka petualangan besar bergulir dengan cepat.

sudah pasti dimanja dengan visual dari pixar yang aje gileee..
pixar masih kasih treat lebih jauh dengan chemistry antara carl & russel. friksi yang muncul antara carl yang uzur dan suka ngomel, dengan russel yang naif tapi tetap kompleks. pindahnya mood melankolis dan gloomy ga dibiarin berlama-lama langsung pindah ke alur petualangan yang cepat. yahud sekali yang bikin script. oh, music score-nya juga mantap.

all in all. it’s a huge movie with heartfelt, touching experience and really, relatable characters. and i’m planning to get the 3D experience.

anyone fancy joining?😛

6 thoughts on “Review: Up”

  1. sebenernya gw nggak terlalu mood nonton film ini karena premise ceritanya “cuma” soal kakek2 dengan rumah terbang pake balon… tapi baca reviewmu dan bbrp lainnya, koq jadi penasaran juga ya…

  2. pesan moral yang gue tangkap sih, the power of letting go kang :)diluar bbrp plot hole yg sebenarnya bisa diacuhkan(karena ini animasi), gue rasa sangat worth untuk ditonton kok🙂

  3. setujuuuuuuu!gila ni film…setelah mereka menggoyang hati nurani dengan tema global warming, sekarang back to basic. standar aja, “true love conquers all”dahsyaaaaaaaat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s