Review: Despicable Me

Bikin film animasi komputer itu susah. Karena mau ga mau, selalu dihadapkan pada benchmark film-film keluaran Pixar. Jadi, saya berangkat menonton film ini untuk menyenangkan mata. Itu saja, tanpa harapan muluk-muluk.

Dan setelah keluar dari theater, Despicable Me, menjadi film yang cukup menghibur buat saya.
Continue reading “Review: Despicable Me”

Review: Toy Story 3

biasanya, ada sebuah antisipasi – bahwa bakal ada sesuatu yang mengecewakan – ketika kita akan menyaksikan film ketiga dari sebuah franchise. di mana biasanya kita akan tertohok oleh sebuah kebosanan, mentoknya plot dan minimnya pengembangan karakter di film-film sebelumnya (spider-man 3 anyone?). antisipasi itu muncul ketika saya berangkat untuk menyaksikan toy story 3.

tapi alhamdulillah, ternyata toy story 3 menghapus keraguan saya akan kemampuan pixar untuk membuat film ketiga dari seri toy story.

plotnya bergulir 10 tahun dari toy story 2. di mana andy, sang pemilik mainan harus meneruskan pendidikannya ke jenjang kuliah. dan dia dihadapkan pada pilihan antara menyimpan mainan kesayangannya, membuang atau menyumbangkan mereka, atau malah membawa mereka pindah.

serentetan kejadian yang tidak disangka, membawa mainan-mainan ini ke sebuah tempat penitipan anak – sunnyside. di mana awalnya mereka menyangka bahwa tempat ini adalah hal yang paling sesuai untuk mereka. kembali ke kodrat awal mereka untuk dimainkan oleh anak-anak.

tapi ternyata, di balik hal-hal yang awalnya menyenangkan. mereka harus melarikan diri secepat mungkin dari sunnyside.

jujur, saya nyaris kehabisan kata-kata untuk mengulas film ini. konsep cerita, pelaksanaan, pemilihan casting – semua elemen penting sebuah film ditempatkan dengan sempurna oleh pixar. tokoh baru macam barbie – ken turut menyegarkan film ini.

kita tidak akan menemui karakter yang tadinya akrab lalu menjadi asing di sebuah sekuel. hubungan antara penonton dan karakter di film bisa terjalin dengan mudah, pun dengan adegan pembukaan yang sama sekali tidak disangka.

intinya, pixar berhasil membuat inti cerita yang biasa terlihat corny di film-film lain, terlihat seperti wejangan penuh kedewasaan – dan film ini bisa dengan mudah membuat air mata mengalir, tapi hati tetap jadi hangat.

pixar mematahkan mitos buruk film ketiga di sebuah franchise. dan menurut saya, sangat layak untuk ditonton.