Despicable Me

Review: Despicable Me

Bikin film animasi komputer itu susah. Karena mau ga mau, selalu dihadapkan pada benchmark film-film keluaran Pixar. Jadi, saya berangkat menonton film ini untuk menyenangkan mata. Itu saja, tanpa harapan muluk-muluk.

Dan setelah keluar dari theater, Despicable Me, menjadi film yang cukup menghibur buat saya.

Despicable Me
Despicable Me

Bercerita tentang karakter bernama Gru, yang punya cita-cita jadi penjahat no.1 di dunia, tapi sampai sejauh ini, pencapaiannya medioker. Kalah jauh dibandingkan dengan penjahat baru yang lebih muda bernama Vektor, yang berhasil mencuri salah satu landmark dunia. Sisi cerita inilah, yang menurut saya, sangat menarik.

Gru punya kartu terakhir untuk dimainkan; rencana untuk mencuri bulan. tapi butuh modal besar – yang rencananya bakal dipinjam dari evil bank (serius! dan nantikan sentilan lucu saat Gru masuk ke bank dan melihat plakatnya), dan sebuah senjata pengecil materi.

Semuanya berjalan mulus, sampai akhirnya Gru dikadali oleh Vektor.

Dari sebuah kejadian apes ketika gagal mencuri senjata itu dari Vektor, Gru akhirnya mengadopsi tiga gadis kecil untuk membantunya mengambil senjata tersebut. Tentunya tanpa sepengetahuan mereka. Gru yang tadinya dingin pada anak-anak ini, kemudian malah beralih menjadi figur ayah buat mereka.

Plot dan kemana cerita berkembang memang mudah ditebak. Trailer yang beredar sudah menjelaskan ini semua. Tapi kekurangan ini bisa ditutupi oleh animasi yang tajam dan kaya warna – sungguh memanjakan mata. Juga kelakuan para antek Gru – para minions – yang penuh slapstick konyol ala Three Stoges, mereka benar-benar mencuri perhatian. pengisi suaranya juga lumayan, walau saya merasa sedikit aneh dengan logat eropa timur yang digunakan Steve Carrel untuk karakter Gru.

Kesimpulannya, Despicable Me pas ditonton untuk yang butuh hiburan ringan, tanpa muatan emosional yang intens seperti Toy Story 3. pilihlah theater 3D untuk mendapatkan pengalaman visual yang lebih menyenangkan🙂

8 thoughts on “Review: Despicable Me”

  1. rasanya sih bisa. tapi paling nggak, akan tetap jadi tontonan menarik buat mereka kok. waktu nonton kemarin, banyak anak-anak, dan mereka terlihat menikmati filmnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s