quitting_smoking

Stop Merokok (lagi)

Biar gue jelaskan di awal, bahwa gue bukan quitter yang lantas jadi snob. Each to his own. Dan blog ini gue tulis khusus buat orang yang mau/sedang berhenti merokok. Gue tau kok “enaknya” merokok. Gue merokok lebih dari 15 tahun. Jadi gue ga akan nguliahin orang, betapa berbahayanya rokok, atau betapa perokok merampas hak-hak orang yang ga merokok. You smokers know the danger, but you choose to ignore it😉

Biar dijelasin di awal juga, bahwa gue adalah salah satu dari 18 orang yang jadi pemenang di  Quitters are Champions, 2009 – semacam program berhenti merokok yang disponsori Pfizer. Waktu itu sih enak, usaha gue berhenti dibantu dengan pengobatan – dan konseling, plus barengan juga dengan banyak orang yang niatnya sama dengan gue.

Sayangnya, gue berhenti merokok hanya selama setahun. Dan mulai merokok lagi di awal 2011. Biar gue jelasin juga, bahwa gue termasuk perokok berat. 1 bungkus Dji Sam Soe tiap hari – minimal.

Jadi kenapa gue memutuskan untuk berhenti merokok (lagi)?

Ketika gue baca di twitter tentang kematian Ricky Jo. Salah satu presenter olahraga favorit gue. Obviously, gue ngga tau pola hidup dia gimana. Tapi dari yang gue baca, dia perokok berat.

Dan itu jadi titik balik gue. I definitely want a healthier and longer life. Iya sih, umur udah ditentukan Gusti Allah. Tapi lo, definitely bisa usaha buat hidup lebih sehat. Dan gue bisa mulai itu semua, dengan berhenti merokok.

Tanggal 1 April 2013, gue merokok batang Dji Sam Soe gue yang terakhir. Dan gue ga menoleh ke rokok lagi setelah itu.

Gue nggak akan bohong, berhenti total ala cold turkey itu rasanya ngga enak. Badan malah sakit semua, tenggorokan gue kering, nafas terasa pendek, susah tidur, gue susah konsen dan bawaanya naik darah mulu. Dua minggu pertama itu beneran neraka buat gue.

Jadi bohong besar kalau ada yang bilang, berhenti merokok itu badan langsung enak. Ngga bro. Badan lo akan pelan-pelan menyesuaikan, dan itu sama sekali ngga gampang.

Gejala withdrawal yang gue tulis di atas, itu akan lo alami – dan durasinya bisa berbeda tiap orang. Ada yang cuma beberapa hari, ada juga yang sampai berbulan-bulan.

Gue termasuk agak beruntung. Di  minggu ketiga – gue sudah lepas dari constant craving. Keyword-nya ada di constant ya? Gue ga akan bohong kok,  sesekali pas gue lihat orang merokok – apalagi Sam Soe, gue jadi inget rasanya. It was good. Itu adalah blip gue.

Tapi gue juga ngga lantas mulai merokok lagi. Rokok sama gue, udah end. Hehehe

Anyway, jikalau lo baca ini dan memang lo mau berhenti merokok. Gue ada beberapa tips yang bisa gue bagi.

  1. Niat. Lo ga akan bisa tanpa niat.
  2. Cobalah berhenti total. Gue ga akan ngibul, ini ga gampang. But hey, Real Men quit smoking, Cold Turkey. Tapi jika lo mau berhenti pelan – pelan, mulai lah dengan delay. Jika datang panggilan buat merokok, tunggu. Tunggu, tunggu, tunggu. Sampai akhirnya lo bisa kurangi jatah harian lo, sedikit demi sedikit.
  3. Kebanyakan orang ngga perhatian sama hal ini. Tapi ketika lo sedang merokok, itu mirip sekali dengan lo meditasi. Tenang, dan biasanya asap dihisap dalam sebelum dihembuskan keluar. Ketika lo berhenti, lo seakan lupa cara bernafas tanpa rokok. Jangan lupa tarik nafas panjang dan teratur. Tutup mata lo, dan tarik nafas panjang. Tahan 10 detik, lalu keluarkan. Lakukan sampai lo merasa nyaman dan rileks. Lakukan ini tiap kali lo kena “panic attack” akibat withdrawal.
  4. Minum banyak air putih.
  5. Work out. Jika males ke gym. Mulailah program gratis yang bisa lo kerjain di rumah, macam 100 pushups, 200 situps yang bisa lo temuin lewat googling. Atau bisa juga lo pake app gratis yang bisa didowload di Google Play.
  6. Kalo ada duit berlebih, dan lo mampu. Bisa dicoba pakai obat. Dulu gue pake Champix. Cuma emang kayanya ga dijual bebas, dan memang mahal. Satu pak, bisa sampai 400 ribu. Obat ini oke buat ngurangin craving.
  7. Beresin rumah, nonton dvd, dengerin musik – apapun yang lo bisa lakukan untuk mengalihkan perhatian otak lo yang nagih nikotin. But just don’t go around stabbing people, that’s bad.
  8. Lihat dompet. That bit extra cash? Dari mana nongolnya? Hehehe.

Anyway, gue tau persis kok. Habit, die hard. Carilah orang-orang terdekat lo yang bisa kasih dukungan dalam usaha lo berhenti merokok.

Btw, neraka yang gue alamin di minggu awal berhenti merokok, kayanya juga bakaln jauh lebih enteng, dibandingkan neraka yang bakal dialami keluarga gue kalo gue kena kanker atau serangan jantung gara-gara rokok. Dan gue ga mau aja mereka menderita karena itu.  Gue rasa, alasan yang sama juga harusnya cukup buat lo berhenti merokok (jika lo mau :D).

Good luck with your effort folks, happy quitting!

One thought on “Stop Merokok (lagi)”

  1. sama mas bro, saya juga gitu…kalo tekhnik yang saya lakukan kurang lebih sama
    1. NIat…kl tidak ada niat semua gak ada gunanya
    2. jangan kasih kata kompromi untuk diri sendiri, karena dulu saya pernah berhenti tp masih ada kata kompromi akhirnya merokok lagi.
    3. Karena saya sudah punya anak, jadi tambah motivasinya…gue harus bisa hidup lebih lama buat anak2 gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s