Dumb_and_Dumber_To_Statue_Ride

Review: Dumb and Dumber To

Harry: Whoa, Lloyd. Check out the hotties at 12 o’clock!
Lloyd: That’s three hours away. Why can’t I check ’em out now?


Dumb_and_Dumber_To_Poster

Directed by: Bobby Farrelly, Peter Farrelly
Cast: Jimm Carrey, Jeff Daniels, Rob Riggle, Laurie Holden, Rachel Melvin, Steve Tom & Kathleen Turner

Synopsis:

Jim Carrey dan Jeff Daniels kembali memerankan duo konyol Lloyd Christmas dan Harry Dunne di sekuel Dumb and Dumber ini. Harry menemukan sebuah kartu pos lama dari seorang gadis yang dulu pernah dikencaninya. Kartu pos dari tahun 90an ini, menyatakan bahwa sang gadis sedang hamil. Setelah bertemu dengan mantan tersebut, kini Harry mengetahui bahwa dia mempunyai anak perempuan yang sudah diadopsi oleh orang lain. Berniat untuk bertemu dengan anaknya yang telah dewasa, Harry dan Llyod kembali melakukan road trip untuk menemukan si buah hati. Dan tentu saja, masih dibumbui berbagai macam kelakuan tolol duo ini di sepanjang perjalanan.

Dumb_and_Dumber_To_Statue_Ride
Review:
Di tahun 1994, kesuksesan Dumb and Dumber meroketkan karir Farelly bersaudara. Dan memantapkan nama Jim Carrey sebagai salah satu aktor kelas berat di genre komedi. Film ini juga dibuat versi kartunnya dan juga sebuah prekuel di tahun 2003.

20 tahun berlalu dan akhirnya Farelly brothers, Jim Carrey dan Jeff Daniels bereuni di Dumb and Dumber To. Tenggang waktu yang lama memang, dan jadi wajar jika orang-orang meragukan kualitas film ini. Apakah guyonan fisik yang kental di film pertama tidak akan basi? Apakah duo konyol ini bertambah pintar, atau akan tetap tolol? Lalu, apakah chemistry kuat antara Carrey dan Daniels bakal luntur?
Biar saya katakan di sini, bahwa film ini benar-benar menghibur. Berbagai keraguan di atas, langsung hilang di beberapa menit awal film dimulai.
Dumb_and_Dumber_To_Zamboni

Kekosongan selama nyaris 20 tahun langsung dijelaskan begitu film dimulai. Di situ diceritakan bahwa Harry (Jeff Daniels) dengan rutin mengunjungi Llyod (Jim Carrey) yang terlihat katatonik di sebuah rumah sakit jiwa. Dan sintingnya, ternyata Llyod hanya berpura-pura. 20 tahun lamanya, hanya untuk mengerjai sang sahabat.

Ketika mereka kembali ke apartemen – yep, akan ada seorang karakter di film pertama yang kembali ke adegan ini – Harry mengungkapkan kondisi kesehatannya pada Llyod. Bahwa dia sangat membutuhkan donor ginjal. Dan saat mereka berkunjung ke rumah Harry untuk mencari bantuan, Harry baru sadar bahwa orang tuanya tidak bisa menjadi donor, karena mereka adalah orang tua angkat!

Kemudian orang tuanya menunjukkan tumpukan surat yang dikirim untuk Harry. Dan salah satunya, adalah sebuah kartu pos dari Fraida (Kathleen Turner) yang pernah ber-one night stand dengannya. Tercerahkan bahwa kemungkinan anak kandungnya bisa mendonorkan ginjalnya, maka Harry & Llyod memutuskan untuk mencari Freida.

Dan setelah menemui Freida dan mengetahui bahwa sang anak sudah diadopsi orang lain. Maka mereka berdua menempuh sebuah perjalan panjang untuk mencari sang anak. Di road trip inilah, kekonyolan dan ketololan sepasang goofballs ini digulirkan.

Momentum kekonyolan diputar cepat di film ini. Dari komedi slapstick dan fisik, ke komedi verbal yang berupa permainan kata-kata. Kesalahan dalam penangkapan kalimat, dan berbagai macam referensi ke film pertama dan juga film ikonik lainnya. Carrey dan Daniels masih mempunyai kelekatan chemistry mereka dari film pertama. Antusiasme, sekaligus ekspresif dan luesnya Carrey dalam memerankan Llyod masih mengesankan. Carrey sepertinya sangat menikmati peran di mana dia bisa menjadi “gila” secara maksimal. Dan Daniels juga masih bisa mengimbanginya dengan kenaifan dan keluguan karakternya.

Jadi ini sekuel yang tak keluar pakem dari film pertamanya. Ini adalah film tentang karakter-karakter yang bodoh dan lugu, berada di situasi yang rumit, melakukan hal-hal konyol dan guyon yang tolol. Dan pastinya, rentetan kejadian ini amatlah menghibur.

Nah, kalau anda sedang bete gara-gara ribut dengan pacar, galau karena jomblo menahun atau lagi pusing karena harga BBM naik. Mungkin tertawa bisa jadi obat yang manjur. Dan di Dumb and Dumber To, tawa adalah garansinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s