Moga-moga tulisan ini ngga terlalu panjang. Terutama buat yang nyoblos 02, semoga kalian mau baca.

Perlu ditegaskan di awal, kita ga usah bahas prestasi Jokowi (kalau mau fair, banyak).

Walau saya nyoblos Jokowi di 2014, sebetulnya saya lebih banyak kecewa ke beliau. Sorotan ke reformasi agraria, dan bagi-bagi sertifikat itu bagus. Namun tenggelam di serbuan pemberitaan itu, banyak kasus perampasan tanah masih terjadi. Terutama yang berkaitan dengan sengketa lahan antara warga dan pemilik modal. Biasanya kalau ngga pendirian pabrik, ya gusuran infrastruktur. Apalagi penegakan HAM. Aksi Kamisan masih terus jalan sampai sekarang kok, belum ada solusi sama sekali.

Banyak janjinya yang memang masih belum ditepati. Catat. Belum ditepati ya. Bukan dibohongi. Jangan kepeleset ke mentalitas anak kecil, janji A ya harus ditepati A.

Kalau ada pilihan lain lebih baik selain Jokowi, ya ga akan susah, saya akan coblos lawannya. Kalian boleh tanya lingkaran pergaulan saya, di tahun ini, berkali-kali saya bilang kecewa sama Jokowi.

Tapi kalau lawannya masih Prabowo. Ya ga usah mikir.

Gini lho, Prabowo, Wiranto, Hendropriyono, Keluarga Soeharto. Relik-relik Orba harusnya udah ngga masuk kontestasi politik lagi. Lebih baik pensiun kalau ngga bisa masuk penjara. Orba itu jahat banget. Kita ini dirampok, diancam, diintimidasi, plus dijejali propaganda terus-terusan. Makanya sampe sekarang masih ada aja yang takut sama PKI.

Sepakat itu aja dulu. Bohir jahat di kedua kubu itu banyak.

Nah, soal Pemilu 2019. Ketika hasil Quick Count keluar, saya berharap Prabowo legowo. Bersikap sebagai negarawan sejati. Liat Ahok misalnya. QC selesai, dia preskon ngaku kalah dan ucapin selamat.

Yang terjadi: Prabowo sujud syukur klaim menang 62%. De ja vu 2014.

Sampai 3 kali bikin pernyataan kemenangan. Ini bikin saya patah hati lho.

Beneran, sampai 3 kali. Dan ditambah kemarin di Al Azhar. Ini membuat saya khawatir. Sama sekali ngga lucu.

Sekali, dimaklumi. Dua kali, kok gini? Ketiga kali, positif dia gila. Empat kali? Ya Alloh Gusti, paringono sabar.

Kalau sampai berkali-kali kaya gini, dan kalian yang nyoblos dia masih oke-oke aja, kalian bikin saya patah hati lebih jauh lagi karena mungkin kalian juga udah ketularan delusional.

Coba cermati lagi, orang-orang di sekitarnya, yang terus-terusan saja membisikkan kalau dia menang. Lalu masih ditambahi siege mentality, semuanya curang! Pokoke nek kalah kalian pasti curang! KPU lambat, data dimanipulasi! Segala cara dipake buat delegitimasi hasil dan penyelenggaranya. Ga peduli juga kalau lembaga QC macam Median dan Kedaikopi yang cenderung ke 02 juga menampilkan hasil yang mirip dengan yang lain. TV One andalan 02 juga ikutan nampilin QC sama dengan TV lain. Wis tobat koyone.

Kalo sampeyan masih ngotot. Lha mau ngontrol real time aja bisa kan kita? Tinggal pakai ini misalnya: https://kawalpemilu.org/#pilpres:0

Data per TPS diunggah secara terus menerus. Dikoreksi, ditampilkan data-data yang valid dan salah. Lha kalau emang terbukti curang secara masif, lha tinggal bawa bukti aja ke MK toh? Kaya tahun 2014. Katanya ada bukti sekian truk! .. krik.. krik.. krik. 2019, truknya belum juga keliatan.

Elit politik, ngebacot aja gampang. Di belakang masih bisa ketawa-ketiwi karena tau politik itu cair. Sekarang musuhan, dua bulan ke depan jadi koalisi dan berkawan. Lha di level akar rumput? Racunnya ditelan mentah-mentah. Ngga lama lagi mungkin kita nyampe di level mention nama Jokowi atau Prabowo, trus kena bacok.

Kelakuan elit-elit di 02. Kalau ini ga mengingatkan sampeyan semua dengan mentalitas ABS (Asal Bapak Senang) yang kental di jaman Orba itu, udah deh, saya nyerah. Temen saya yang udah keracunan dan sampe sekarang masih denial jagoannya kalah yo banyak. Suwe-suwe edan beneran.

Jadi biar saya tegaskan sekali lagi: Prabowo tak pernah siap untuk jadi presiden. He never has, he never will. He has delusions of grandeur. Dia selalu berpikir, semuanya hanya tentang dia. Me, me, me. Hanya dia dan kroninya, melawan dunia. Dia pikir jadi presiden itu adalah haknya dari lahir, birthright, bukan sesuatu yang betul-betul diperjuangkan.

Ayolah, nyadar. Suarakan nurani sampeyan semua, biar elit-elit politik itu mau ngomong ke Prabowo biar adem. Terlalu suci agama buat jadi bungkus propaganda, terlalu mahal damai di Indonesia buat ditukar sama ambisi seorang Prabowo.

Sekian, tabik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s